Legenda Hollywood, Kirk Douglas Wafat di Usia 103 tahun

Legenda Hollywood, Kirk Douglas Wafat di Usia 103 tahun
Kirk Douglas ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Dina Fitri Anisa / RSAT Kamis, 6 Februari 2020 | 12:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dunia Hollywood kembali berduka. Aktor legendaris Kirk Douglas menghembuskan napas terakhirnya di usia ke-103 tahun pada, Rabu (5/2/2020). Dilansir dari New York Times, wafatnya ikon layar lebar Hollywood usai masa perang Dunia ke II ini dikabarkan oleh sang anak, Michael Douglas.

“Dengan kesedihan mendalam, saudara-saudaraku dan diriku mengumumkan bahwa Kirk Douglas telah meninggalkan kita hari ini pada usia 103 tahun. Untuk dunia, ia adalah seorang legenda, seorang aktor dari masa keemasan film yang hidup sejahtera pada masa jayanya, seorang humanitarian yang memiliki komitmen atas keadilan dan hal-hal yang ia yakini dan membuat kita terinspirasi," ungkap putra sulung Kirk Douglas ini di Instagram pribadinya.

Aktor Ant-Man and the Wasp itu juga menyebut, bagi keluarganya Kirk Douglas adalah seorang suami, bapak, bapak mertua, kakek, dan kakek buyut yang penuh cinta dan kehangatan. Michael juga menulis bahwa warisan Doglas untuk industri film akan terus hidup untuk generasi-generasi berikutnya, sehingga bisa memberikan kebaikan di masa mendatang.

"Kirk menjalani hidupnya dengan baik, dan dia meninggalkan warisan dalam film yang akan bertahan selama beberapa generasi mendatang, dan ia memiliki sejarah sebagai filantropis yang bekerja membantu masyarakat dan membawa perdamaian ke planet ini," terangnya.

Kirk Douglas lahir pada 9 Desember 1916. Masa kejayaannya di dunia perfilman ia torehkan melalui beberapa film ikonis, seperti Spartacus dan Gunfight at the O.K. Corral. Atas kemahirannya berakting, ia berhasil masuk dalam daftar nominasi Piala Oscar untuk film Champion (1949), The Bad and the Beautiful (1952) serta Lust for Life (1956).

"Dia adalah salah satu tokoh legendaris di masanya. Saya langsung fokus padanya karena dia berbeda. Dia bukan orang terkemuka dalam penampilan, tetapi dia memiliki kharisma dan kekuatan yang jelas di layar,” kata sejarawan film Jeanine Basinger, sekaligus ketua departemen studi film di Universitas Wesleyan, yang pertama kali melihat Douglas di layar pada akhir 1940-an.

Dedikasinya membuat ia berada di nomer 17 dalam daftar aktor pria terbaik sepanjang sejarah film Amerika menurut American Film Institute. Pada tahun 1996, Doughlas menerima The Academy Honorary Award untuk 50 tahun kekuatan kreatif dan moralitas dalam komunitas film.

"Saya tidak pernah merasa perlu memproyeksikan citra tertentu sebagai seorang aktor. Saya suka peran yang merangsang, menantang, menarik untuk dimainkan. Itu sebabnya saya sering tertarik pada karakter yang tidak disukai,” tulis Doughles dalam The Ragman's Son, otobiografinya yang paling laris di tahun 1988.

Diketahui, selama puluhan tahun berkarir Dougles tidak hanya bersinar sebagai aktor, tetapi juga penulis buku. Setidaknya, ada 11 buku yang ia tuntaskan, terakhir adalah Life Could Be Verse: Reflections on Love, Loss, and What Really Matter yang dipublikasikan pada Desember 2014.



Sumber: Suara Pembaruan