Isolasi Diri di AS, Maudy Ayunda Rajin Hubungi Keluarga

Isolasi Diri di AS, Maudy Ayunda Rajin Hubungi Keluarga
Maudy Ayunda (Foto: ANTARA)
Maria Fatima Bona / WBP Minggu, 22 Maret 2020 | 06:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Untuk mencegah penularan virus corona atau Covid-19, sebagian besar negara membuat kebijakan belajar dari rumah. Artis Maudy Ayunda yang saat ini sedang menimba ilmu di Stanford University di Amerika Serikat(AS) juga merasakan hal tersebut.

Maudy mengaku telah menjalani isolasi selama sepakan. Meski demikian, dia selalu mengubungi keluarga dan teman-temannya agar tetap berpikir positif. “Aku banyak teleponan sama temam-teman aku di AS, mama papa di rumah, doing a lot of tasks definitely karena kita harus tetap ngobrol. We have to stay sane, guys(kita harus tetap waras),” kata Maudy saat menyapa penggemarnya melalui live streaming di akun pribadinya @Maudyayunda pada aplikasi Vlive Sabtu (21/3/2020).

Baca juga: Kasus Corona Lampaui 300.000 di Dunia, AS 3 Besar di Luar Tiongkok

Maudy mengatakan, situasi seperti ini memang harus diisi dengan kegiatan lain untuk membunuh rasa bosan. Dia menyarankan kepada penggemarnya agar memanfaatkan waktu luang untuk mempelajari hal-hal baru atau hal yang belum sempat dilakukan seperti belajar alat musik atau lainnya. “Mungkin teman-teman punya sesuatu yang kalian ingin pelajari apa main gitar, piano, ini waktunya untuk melakukan itu,” kata Maudy.

Maudy juga menyarankan membaca buku, menonton televisi hingga mendengarkan podcast.

Ketika ditanya soal menonton drama Korea (drakor), aktris berusia 25 tahun ini mengaku takut ketagihan. “Saya itu mau nonton lagi. Saya itu biasanya takut mulai nonton drama, karena saya biasanya jadi ketagihan dan jadi enggak produktif,” ujarnya.

Baca juga: FDA Setujui Alat Tes Corona Cepat, 45 Menit Terdeteksi

Maudy juga berbagi cerita tentang dampak Covid-19 di AS. Banyak masyarakat panik sehingga membeli kebutuhan pokok dalam jumlah besar. Akibatnya barang kosong di antaranya, tisu toilet, masker, dan hand sanitizer. Sedangkan persediaan bahan makanan dan buah-buahan segar masih tersedia.

Selain itu masyarakat AS berusaha menjaga jarak satu sama lain dengan tidak segan-segan menegur ketika jarak terlalu dekat. Maudy menceritakan pengalamannya mengantre di salah satu kafe. “Aku datang antre, terus ibu-ibu bareng anaknya bilang ke aku sama temanku bisakan anda mundur dan jauh-jauh dari anak saya karena kita di rumah ada kakek, jadi orang panik interaksi sosial,” ucap Maudy.



Sumber: BeritaSatu.com