Cut Memey Menikmati Karier Baru Sebagai Instruktur

Cut Memey Menikmati Karier Baru Sebagai Instruktur
Cut Memey alih profesi menjadi instruktur olahraga. ( Foto: Dina Fitri Anisa / Istimewa )
Dina Fitri Anisa / EAS Senin, 18 Mei 2020 | 22:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Lama tak terdengar kabarnya, Cut Memey ternyata tengah sibuk meniti karier sebagai seorang instruktur olahraga Strong Nation. Profesi ini konsisten ia geluti karena sadar bahwa olahraga menjanjikan banyak manfaat.

"Dulu, olahraga aku kerjakan kalau sempat. Setelah di awal Desember 2018, aku mulai sadar jika olahraga ini adalah sebuah kebutuhan. Sampai saat ini, akhirnya aku menciptakan waktu untuk olahraga. Aku harus menyisihkan waktu 30-60 menit perhari untuk olahraga,” jelasnya saat melakukan diskusi virtual, Senin (18/5/2020).

Manfaat pertama yang ia rasakan saat menekuni olahraga secara rutin adalah penurunan pada bobot tubuh. Ia mengaku, saat ini body fat mass tubuhnya turun 25%.

"Dulu aku diet tidak sehat, yaitu dengan suntik, dan minum obat penurun berat badan. Jujur, turunnya cepat, tetapi efeknya banyak seperti pusing, dan kalau makan sedikit berat badan langsung naik lagi. Tetapi, kalau olahraga tidak akan ada kenaikan signifikan, karena metabolisme tubuh kita sudah teratur,” ungkapnya.

Dari hasil inilah, tak heran bila kelas olahraga Cut Memey selalu dipenuhi partisipan. Menurutnya, banyak orang yang terinspirasi dan bersemangat saat melihat perubahan bentuk tubuhnya yang signifikan.

"Hampir setiap hari aku mengajar, lima kali dalam seminggu. Saat pertama kali mengajar, awalnya para peserta under estimate aku, tetapi lama-lama mereka melihat sendiri perubahan dari badan aku. Akhirnya mereka enjoy, dan sekarang jadi tugas aku untuk membuat kelas itu jadi menyenangkan,” terangnya.

Dirinya pun memberikan tip untuk melakukan olahraga meski di kala berpuasa. Agar tenaga dalam tubuh tidak terkuras, ia menyarankan untuk mengurangi intensitas dan durasi saat olahraga di bulan Ramadan.

"Aku pilih waktu usai berbuka puasa, dengan makanan secukupnya. Setelah itu, aku lakukan Strong Nation baru makan lagi. Dalam sehari aku pribadi hitung takaran gizinya yaitu, 50% protein, 20% karbohidrat, dan 30% lemak atau lemak baik,” tambah perempuan berusia 39 tahun ini.

Sebelum mengakhiri diskusi, perempuan yang saat ini tinggal di Kanada juga berpesan kepada masyarakat Indonesia untuk tetap menjaga kesehatan selama pandemi berlangsung. Baginya, olahraga tidak hanya memberikan kebugaran pada tubuh, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan mental seseorang.

"Jangan lupa, di masa pandemi itu kita tetap bergerak walau di rumah saja. Olahraga yang cukup, agar tetap waras dan tidak merasa stres, kita butuh enzim bahagia yang didapat dari olahraga,” tukasnya.



Sumber: BeritaSatu.com