Tinggi, Antusias Masyarakat Ikuti Lomba Resensi Puisi Esai

Tinggi, Antusias Masyarakat Ikuti Lomba Resensi Puisi Esai
Ilustrasi Puisi Esai ( Foto: istimewa / istimewa )
/ YS Rabu, 12 Desember 2018 | 07:46 WIB

Jakarta - Antusiasme masyarakat mengikuti lomba resensi puisi esai yang digelar di media sosial Facebook sangat tinggi. Bahkan bisa disebut telah mencetak rekor. Sejak awal Desember 2018 hingga saat ini, sebanyak 858 resensi dari 34 provinsi sudah dipublikasi di ratusan akun Facebook.

Kegiatan ini merupakan lomba resensi buku pertama yang penulisnya dari seluruh Indonesia. Sejauh ini, sebanyak 858 resensi dimuta di Facebook.

Seperti keterangan tertulis yang diterima SP, Rabu (12/12) disebutkan, pengumuman resmi dibuat panitia lomba resensi buku nasional. Panitia terdiri atas Ketua Panitia Nia Samsihono dengan anggota Gunoto Saparie dan Dhenok Kristianti.

Menurut Denny JA, penggagas puisi esai, lomba resensi itu bertujuan dua hal. Pertama, mempopulerkan kisah lokal di 34 provinsi yang direkam lebih dari 170 penyair dari Aceh hingga Papua.

“Melalui 34 buku puisi esai itu, kita dapat belajar soal suasana batin, kekayaan budaya, jeritan hati, ketimpangan sosial, kehangatan komunitas yang terekam dalam memori kolektif dari seluruh pelosok Indonesia,” tutur dia.

Sebanyak 34 buku puisi esai sudah tuntas diterbitkan di Facebook perpustakaan puisi esai. Publik dapat membacanya secara gratis. Namun, lanjut Denny JA, lomba resensi atas 34 buku itu akan lebih mempopulerkan serial buku itu.

Kedua, medsos menjadi sarana publik luas untuk mengakses karya budaya secara massif. Siapapun, kapanpun, dimanapun, sejauh tersambung dengan internet dapat mengakses karya budaya.

Denny melanjutkan, sengaja lomba resensi menyaratkan tulisan harus dipublikasi di akun Facebook masing masing atau di akun facebook lomba puisi esai. Tak nanggung-nanggung, setiap provinsi juga ada panitia lomba memfasilitasi para penulis lomba di provinsi itu untuk masuk ke media sosial.

Hasilnya adalah sebuah inovasi. Menurut dia, komunitas puisi esai akan dikenang turut meletakkan tradisi media sosial bagi perpustakaan dan lomba puisi.

Panitia mengumumkan pemenang di Facebook dengan total hadiah Rp 200 juta untuk tiga pemenang utama, 10 pemenang hiburan, dan 102 pemenang provinsi. Angka 102 itu berasal dari tiga pemenang dikali 34 provinsi.

Pemenang pertama adalah Mourissa Celestine Belinda dari DKI Jakarta. Ia mengulas buku puisi esai soal kebijakan lokal di Provinsi Bali. Pemenang kedua Marlen Wariunsora dari Maluku. Ia mengkaji kisah drama dan sosial buku puisi esai dari Provinsi Maluku. Pemenang ketiga M Nurhasanudin dari Yogyakarta. Ia meresensi buku puisi esai dari Yogyakarta.

Sebanyak 115 naskah pemenang dari 34 provinsi itu akan dibukukan. “Publik luas dapat membacanya secara gratis melalui perpustakaan puisi esai di Facebook,” kata dia.

Selanjutnya 34 puisi esai terpilih dari 34 provinsi akan dibuatkan film bekerja sama dengan salah satu stasiun TV.



Sumber: PR
CLOSE