Atraksi Oriental Circus Warnai Liburan Keluarga

Atraksi Oriental Circus Warnai Liburan Keluarga
Sejumlah pemain sircus dari Oriental Sircus Indonesia (OCI) menggelar pertujukan mini saat launching 'The Great 50 Show' di Jakarta, Kamis 15 November 2018. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. / SP/Joanito De Saojoao )
Dina Fitri Anisa / EAS Sabtu, 15 Desember 2018 | 16:00 WIB

Jakarta - Sebagai sebuah seni pertunjukan, sirkus menjadi satu paket komplet yang selalu menghibur publik dari berbagai kalangan dan juga usia. Duduk di bawah tenda besar berbentuk oval dan menyaksikan atraksi para pemain akrobatik, merupakan pengalaman menonton bersama keluarga yang tak terlupakan.

Untuk liburan akhir tahun kali ini, tidak perlu jauh-jauh mencari pertunjukan sirkus profesional di taman ria, bahkan hingga ke luar negeri. Pasalnya, grup sirkus legendaris Indonesia, Oriental Circus Indonesia (OCI) akan menggelar pertunjukan akbar, bertajuk The Great 50 Show sejak 14 Desember 2018 sampai 20 Januari 2019, di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

Pertunjukan yang terinspirasi dari film box office The Greatest Showman ini merupakan sajian istimewa OCI untuk merayakan hari jadi yang ke 50. Dengan demikian, pertunjukan dikemas dengan konsep yang berbeda, sehingga terlihat lebih meriah dari ribuan pementasan OCI yang pernah berlangsung sebelumnya.

Saat memasuki tenda megah berwarna biru kuning, penonton akan disambut dengan petugas ramah yang lengkap dengan penampilan seperti badut. Pertunjukan pun segera di mulai setelah penonton duduk rapi di kursi yang ditata melingkari area sirkus berlangsung.

Circus muse berwajah Indo, berpakaian lengkap dengan topi dan jubah berwarna biru merah pun mulai bercerita. The Great 50 Show ini merupakan kisah perjalanan panjang founder OCI yang sarat dengan kegembiraan, kerja sama, dan juga keanekaragaman seni. Sebelum kisah berlangsung, circus muse pun menyanyikan sebuah lagu bertajuk It’s Celebration ciptaan musik direktor Nikita Dompas.

Diperankan oleh tokoh bernama Noah, seorang pekerja serabutan yang jatuh cinta dengan kelompok sirkus nomaden yang berpindah-pindah keliling dunia saat ia bekerja sebagai salah satu buruh di Shanghai. Aksi akrobatik dan pertunjukan sirkus telah membuat ia takjub, sehingga ia memutuskan untuk bergabung dalam kelompok sirkus tersebut.

Namun, ternyata untuk mengejar mimpi tidaklah mudah. Panggung yang tadinya berwarna-warni dengan musik yang menyenangkan, kini berubah menjadi mencengkam berwarna merah membara. Satu persatu para cast menggunakan pakaian seperti macan keluar dengan bola-bola api di tangannya.

Itulah persoalan hidup Noah yang digambarkan dengan pertunjukan bertajuk “Tiger Invasion”, yang akhirnya memaksa Noah untuk meninggalkan kelompok sirkus yang dicintainya dan naik ke atas kapal layar yang membawanya ke Indonesia, negeri yang kaya akan budaya.

Sebanyak 30 pemain yang berasal dari Mongolia, Tiongkok, dan Indonesia melakukan akrobat, sulap badut, aksi trapeze, juggling, dan sepeda roda satu dipadu dengan musik, tarian atau efek suara yang membuat konsepnya menjadi segar dan menarik.

Hilangkan Satwa Buas
Dalam babak selanjutnya, suara harimau terdengar sangat menyeramkan, wajah penonton pun semakin serius melihat ke arah arena sirkus. Namun uniknya, berbeda dengan pertunjukan sirkus OCI sebelumnya, kali ini satwa-satwa buas ditiadakan, dan mengganti dengan wayang harimau raksasa menyerupai Barongsai.

Bukan tanpa sebab, OCI memang sudah berkomitmen untuk menghentikan penggunaan satwa dalam atraksinya demi mendukung kesejahteraan satwa di Indonesia. Selain itu, penghentian penggunaan satwa juga menjadikan pagelaran sirkus bisa lebih dekat dengan penontonnya.

Ananta Harsa Group, Promotor OCI, Hans Manansang mengatakan, jika dulu saat pertunjukan OCI menggunakan satwa buas, seperti harimau penonton harus menjaga jarak dari arena sirkus.

"Kali ini berbeda. Jarak duduk antara penonton dan pemain sirkus lebih dekat, sehingga diharapkan dapat memberikan kesan yang berbeda dan lebih menghibur," kata Hans.



Sumber: Suara Pembaruan