Go A Head Challenge 2018 Asah Kreativitas Generasi Penerus

Go A Head Challenge 2018 Asah Kreativitas Generasi Penerus
Konferensi pers "Go A Head Challange 2018" sebagai Ajang pencarian bakat yang menggabungkan dua passion konten kreatif seperti musik, visual art, fotografi, dan kuliner ( Foto: BeritaSatu Photo / Chairul Fikrie )
Chairul Fikri / CAH Selasa, 22 Januari 2019 | 20:28 WIB

Jakarta - Anak muda sebagai generasi penerus bangsa dituntut harus terus berkreasi dan menunjukan bakatnya. Untuk mewadahi kreatifitas anak muda, pihak tokoh industri pun menggelar sebuah ajang kompetisi kreatif bertajuk Go A Head Challenge 2018 (GAC). Dengan ajang ini, diharapkan generasi muda di Indonesia mampu menunjukan bakat mereka dibidang music, visual art, fotografi dan kuliner.

Dimana dalam ajang ini, pihak penyelenggara memilih 18 finalis dari beberapa daerah untuk diberikan mentoring intens selama seminggu penuh (mulai 20-26 Januari 2019) dari 8 kurator profesional dibidang musik, visual art, fotografi dan kuliner.  Hal itudiungkapkan Widi Puradiredja, personel Maliq N D'essential yang menjadi salah satu mentor dan kurator diajang GAC 2019 dibidang musik saat berbincang dengan media di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan, Selasa (22/1).

"Sebagai seorang yang berkecimpung dalam industri musik, saya melihat ajang GAC ini sebagai ajang yang bagus bagi generasi muda di Indonesia. Lantaran dalam ajang ini, generasi muda dituntut harus bisa menunjukan dua skill yang berbeda saat menunjukan konten kreatifnya. Ajang ini bisa dijadikan ajang akademi kreatif buat generasi muda dimana generasi muda bisa berkarya tanpa batas," katanya.

Ditambahkan Widi, para finalis juga dapat memaparkan kembali penggabungan ide kreatifnya dihadapan para kurator. Dengan hal itu, mereka diharapkan akan mampu menuangkan ide-ide berani mereka untuk meleburkan dua passion kreatif menjadi sebuah karya.

"Ini yang saya bilang baru, lantaran para peserta dituntut mengeluarkan ide-ide berani mereka dengan menggabungkan dua passion untuk kemudian jadi sebuah karya. Ini penting karena jaman sekarang, kita harus bekerja se-kreatif mungkin untuk kita bisa menentukan karya yang kita hasilkan. Dengan itu, kita berharap keluar dari akademi dan kontes GAC ini, mereka akan mampu berkarya sesuai pasion mereka sebagai seorang seniman dan pakar kuliner," tandasnya.

Nantinya para finalis GAC 2018 ini akan mempertunjukan karya mereka dalam malam puncak yang akan di gelar di Quennhead Kemang, Jakarta Selatan pada 26 Januari 2019 mendatang. Dimana penggabungan hasil karya yang mereka hasilkan akan di pilih oleh 8 kurator dari berbagai disiplin ilmu seperti Widi Puradiredja, Anton Ismael, Billy Satya, Jaon Ranti, Naufal Abshar, Kendra Ahimsa, William Gozali, dan Martin Natadipraja untuk kemudian ditentukan pemenangnya di ajang GAC 2018 ini.



CLOSE