Cerita Si Pitung Hadir dalam Versi Bahasa Inggris

Cerita Si Pitung Hadir dalam Versi Bahasa Inggris
Pertunjukan drama musikal Si Pitung oleh siswa Sekolah Global Sevilla, di Gedung Pewayangan Kautaman, Jakarta, Kamis, 28 Februari 2019. ( Foto: istimewa )
Maria Fatima Bona / EAS Jumat, 1 Maret 2019 | 20:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Drama musikal bertajuk Si Pitung dipentaskan oleh 250 siswa/i SMP dan SMA Global Sevilla, Kamis  (28/2/2019). Pada drama musikal ini para siswa/i diminta untuk mengenalkan budaya Indonesia, tetapi dengan menggunakan bahasa Inggris. 

Dilansir dari siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Jumat (1/2/2019),Direktur Sekolah Global Sevilla Michael Thia mengatakan, meski berstatus sebagai Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK), sekolah tetap berkomitmen untuk memberikan pembelajaran serta menanamkan nilai-nilai budaya Indonesia kepada para siswa.

"Meski belajar kurikulum internasional, tetapi anak-anak harus diajarkan tentang budaya dan nilai budaya Indonesia. Mereka harus memiliki kesadaran dan kepedulian, karena mereka tinggal di Indonesia," ujar Michael Thia, disela-sela pagelaran drama musikal Si Pitung, di Gedung Pewayangan Kautaman, Jakarta.

Michael menambahkan, sekolah yang salah satu pendirinya adalah alm. Nurcholish Madjid atau Cak Nur itu konsisten dalam menanamkan dan mengajarkan pendidikan karakter dan budaya bangsa melalui nilai-nilai lokal.

"Global Sevilla memang berbasis kurikulum internasional dan pola pikir global, tetapi disini ditanamkan nilai-nilai lokal melalui cerita-cerita sejarah tradisional yang menjadi cita-cita Cak Nur,"ujarnya.

Michael Thia juga menuturkan, kemajuan teknologi dan gempuran globalisasi tidak boleh menggerus kecintaan terhadap budaya. Cerita-cerita rakyat sejatinya banyak mengandung nilai-nilai kehidupan luhur yang patut diajarkan kepada generasi muda.

"Sebenarnya budaya luar itu tidak salah, tapi tetap harus mengingat budaya lokal. Bagaimana mengajarkan kepada anak-anak untuk mencintai budaya Indonesia," tandasnya.

Sementara Kepala Sekolah Global Sevilla Pulo Mas, Purborini Sulistiyo menyebutkan, pementasan tersebut juga dapat melatih pengembangan kemampuan literasi. Dalam pementasan anak diajarkan mengasah kemampuan membaca, menulis, dan menghafal.

"Ini sebagai proses belajar tentang literasi. Disini kita melibatkan siswa dalam menulis ceritanya," ujar Rini.

  



Sumber: BeritaSatu.com