Peringati Wafatnya WS Rendra, Pementasan Teater "Panembahan Reso" Siap Digelar

Peringati Wafatnya WS Rendra, Pementasan Teater
Syukuran akan digelarnya acara pementasan teater bertajuk "Panembahan Reso". ( Foto: istimewa )
Chairul Fikri / CAH Minggu, 28 April 2019 | 12:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebagai seorang seniman dan seorang penyair besar, nama Willibrordus Surendra Broto Rendra atau yang dikenal dengan nama (mendiang) WS Rendra sudah cukup dikenal di dunia seni teater dan pertunjukan. Untuk memperingati satu dekade wafatnya sang seniman, Borobudur Writers and Cultural Festival society, Genpi.co, dan Ken Zuraida project pun berencana akan menggelar sebuah pementasan teater bertajuk "Panembahan Reso" yang akan d pentaskan pada 18-19 Desember 2019 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki.

Pementasan kali ini digelar sebagai pengulangan kesuksesan pementasan dengan lakon sama yang dikerjakan WS Rendra pada tahun 1986 silam. Bedanya, untuk pementasan kali ini pertnjukan yang akan berlangsung 3 jam ini akan dibuat dengan gaya milenial. 

"Secara volume tidak dikerjakan 7 jam, tapi substansi cerita sama. Sehingga penonton tidak akan kehilangan jalan cerita, dramatisasi teksnya, dan gagasan Rendra dalam panembahan Reso. Dan cerita ini akan mengadaptasi karya Barata Yudha dimana kita menggunakan atmosfer Barata Yudha, yakni cara mendapatkan kekuasaan. Intrik siasat memunculkan nafsu keangakara murkaan untuk mendapatkan kekuasaan. Saya kira ini bisa menjadi refleksi bagi bangsa," ungkap Hanidawan dalam jumpa pers di kawasan Depok, Jumat (26/4/2019).

Ken Zuraida menyebut naskah ini merupakan mahakarya WS Rendra untuk bangsa. Panembahan Reso dinilai mampu membedah secara dalam watak dan psikologi seorang pemimpin yang telah kehilangan kontrol terhadap akal sehat dan terseret ke ilusi-ilusi pribadi.

"Saya kira yang paling kontekstual. Relevansinya kuat dengan keadaaan pada masa itu, situasi sosial politik ekonomi hukum di negara kita pada tahun-tahun itu, lebih kurang dekat lah. Dan buat saya Panembahan Reso dinilai mampu membedah secara dalam watak dan psikologi seorang pemimpin yang telah kehilangan kontrol terhadap akal sehat dan terseret ke ilusi-ilusi pribadi," lanjutnya.

Ucie Sucita yang merupakan salah satu pemain dalam pementasan Panembahan Reso ini menyatakan bahwa pendalaman akan kisah cerita yang diceritakan dalam Panembahan Reso ini akan cukup menarik perhatian masyarakat karena sesuai dengan cerita yang biasa terjadi dimasyarakat.

"Ini tantangan baru dalam karir saya, bagian terindah dalam hidup aku. Senang bisa bermain dengan pemain teater ternama. Aku bersungguh-sungguh akan mendalami karakter. Harus masuk ke karakternya, karena tampil di atas panggung secara langsung," tandas Ucie Sucita.



Sumber: BeritaSatu.com