WN Jepang yang Tinggal di Lippo Cikarang Mengaku Terasa di Kampung Sendiri

WN Jepang yang Tinggal di Lippo Cikarang Mengaku Terasa di Kampung Sendiri
Kobayashi Itsuyo sudah 11 tahun tinggal di kawasan Lippo Cikarang dan menjadikan kawasan Lippo Cikarang sebagai kampung halamannya kedua. ( Foto: Beritasatu Photo / Emral )
Mikael Niman / WBP Sabtu, 6 Juli 2019 | 15:13 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - ‎Sudah 11 tahun Kobayashi Itsuyo (71 tahun) tinggal di kawasan Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dia mengaku Lippo Cikarang seperti kampung halamannya sendiri.

"Saya merasa Indonesia sudah sebagai kampung kedua. Saya sangat suka Indonesia, memutuskan lebih banyak tinggal di Indonesia dibanding di Jepang‎," ujar Kobayashi Itsuyo‎, di Lippo Ciarang, Sabtu (6/7/2019).

Dia menjelaskan, dua anaknya memutuskan tinggal di Jepang dan Indonesia. "Anak saya ada dua, satu tinggal di Jepang dan satu di Indonesia. Saat berada di Jepang, saya kangen Indonesia. Saat berada di Indonesia saya kangen Jepang. Jadi, bolak-balik saja Jepang-Indonesia," ungkap Kobayashi Itsuyo.

Kobayashi Itsuyo yang menjadi salah satu penggagas pagelaran seni dan budaya Jepang-Indonesia bertajuk Tanabata Matsuri, berharap acara ini dapat mempererat hubungan kerja sama Indonesia dengan Jepang.

Kobayashi Itsuyo yang didapuk menjadi chairman of Committee Tanabata Matsuri 2019 mengatakan, kisah Tanabata Matsuri bercerita tentang sepasang kekasih yang hanya bisa bertemu sekali setahun karena sang pria kehilangan pekerjaan sehingga ‎keluarga perempuan melarang untuk berhubungan. Tetapi pasangan kekasih ini mencari waktu, bertemu saat bulan purnama dan bertabur banyak bintang, setahun sekali. "Acara ini sebagai bentuk pertukaran budaya antara Indonesia dengan Jepang," ucap Kobayashi Itsuyo.

Tanabata Matsuri sebetulnya merupakan acara yang telah digelar Lippo Cikarang, sejak delapan tahun lalu, dengan nama yang berbeda. Baru pada tahun 2019, pagelaran seni dan budaya Jepang-Indonesia dinamakan Tanabata Matsuri.

"Penggantian nama acara ini agar lebih fresh saja. Namanya diganti menjadi Tanabata Matsuri dan tidak ada perbedaan makna dengan acara sebelumnya, hanya berganti nama saja," ujar Kobayashi Itsuyo.

Dengan digelarnya acara ini, dapat membuat masyarakat Jepang lebih dekat dengan masyarakat Indonesia di Lippo Cikarang.

‎"Diharapkan, warga Jepang menjadi lebih familiar dengan masyarakat Indonesia, begitu juga sebaliknya. Sehingga semakin banyak orang Jepang tinggal di Indonesia dan sebaliknya. Diharapkan melalui event-event seperti ini ada rasa ketertarikan antara budaya Jepang maupun budaya Indonesia," imbuh Kobayashi Itsuyo.

‎Lippo Cikarang menyelenggarakan acara bertajuk "Tanabata Matsuri 2019" di Citywalk Lippo Cikarang, pada Sabtu dan Minggu 6-7 Juli 2019. Beragam atraksi seni dan budaya ditampilkan di panggung utama selama dua hari. Pengunjung juga dapat menikmati kuliner khas Jepang dan pernak-pernik yang berada di booth sekitar panggung utama.

Tanabata Matsuri merupakan event kolaborasi PT Lippo Cikarang Tbk, Kedubes Jepang, dan Japan Club yang bertujuan mempererat hubungan komunitas warga negara Jepang dan Indonesia melalui pagelaran seni dan budaya.



Sumber: Suara Pembaruan