Mahasiswa UPH Pamerkan Hasil Karya Sebuah Proses

Mahasiswa UPH  Pamerkan Hasil Karya Sebuah Proses
Hasil karya Jeremiah Tion ditampilkan dalam pameran bertemakan "Sebuah Proses" di Mall Lippo Puri Indah, Jakarta, Jumat 9 Agutus 2019, malam. ( Foto: Maria Fatima Bona )
Maria Fatima Bona / EAS Sabtu, 10 Agustus 2019 | 13:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Himpunan Mahasiswa Arsitektur Universitas Pelita Harapan (UPH) memamerkan hasil karya lewat sebuah pameran bertajuk Sebuah Proses, di Lippo Mall Puri Indah, Jumat (9/8/2019) hingga Minggu (11/8/2019). Pameran tersebut sekaligus menjadi bukti eksistensi mereka di dunia seni arsitektur.

Ketua program studi (Prodi) Arsitektur UPH, Alvar Mensana, mengatakan Sebuah Proses bertujuan memberikan wawasan mengenai proses pembelajaran mahasiswa arsitektur UPH, mulai dari titik awal permulaan perkuliahan, hingga tingkat akhir proses pembelajaran arsitektur.

Selain itu, pameran juga memamerkan ciri khas dan keunikan dari arsitektur UPH dari cara pembuatan maket 3D, hingga cara berpikir pada tingkat dasar sampai tugas akhir (TA).

"UPH Arsitektur mengutamakan posisi akademik agar lulusan dapat berkembang di esok hari, sejalan dengan perkembangan teknologi,” kata Alvar pada saat pembukaan pameran karya mahasiswa arsitektur UPH, Jumat (9/8/2019) malam.

Alvar juga menambahkan, karya yang dipamerkan sudah diseleksi oleh himpunan mahasiswa Aristektur UPH. Dijelaskan dia, karya yang disebut relevan, dalam hal ini berkaitan dengan sistem pembelajaran prodi Aristektur yang ditawarkan UPH. Dalam prodi mahasiswa didorong untuk selalu bertanya tentang arsitektur, atau mahasiswa diajarkan berdiskusi dengan para mahasiswa terkait peran aristektur di masa mendatang .

Alvar menuturkan, konsep pembelajaran yang ditawarkan UPH ini berkaca dari perubahan zaman.

"Jadi bagaimana kita selalu menanyakan arsitektur itu apa. Bukan kita mengajarkan arsitektur itu harusnya seperti apa dan bagaimana?” ujarnya.

Selanjutnya, Alvar mengharapkan, karya-karya mahasiswa yang dipamerkan bisa menjadi pencetus untuk arsitek di masa mendatang.

Pada kesempatan sama, Alvar memperlihatkan hasil desain bangunan dari salah satu mahasiswa UPH, Jeremiah Tiono. Hasil desain menggambarkan tata cara hidup beragama yang dituangkan dalam karya arsitektur setelah melakukan observasi kehidupan masyarakat Cirebon, yang diwarnai akulturasi atau pencampuran agama, budaya serta suku.

"Jeremiah melihat kondisi di Cirebon. Ia coba menggambarkan apa yang akan terjadi di masa mendatang dengan agama dijadikan bangunan,” ujarnya.

15 Karya
Sementara Ketua Himpunan Mahasiswa Arsitektur, Nicky Anthony, mengatakan pameran yang berlangsung tiga hari ini menampilkan 15 karya dari semua angkatan. Dia menuturkan, masing-masing karya yang dipilih memiliki keunikan.

"Orang banyak berpikir arsitektur itu ya terkait dengan bangunan. Namun sebetulnya ada hal lain, arsitektur ini adalah segala sesuatu yang memengaruhi hidup kita dari sosial, politik, ekonomi, dan mencakup kehidupan kita yang bisa dipegang, dibawa, dilipat, dan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Arsitek Indonesia, Ahmad Djuhara, mengapresiasi pameran yang diselenggarakan oleh mahasiswa UPH. Kata dia, pameran menunjukkan proses belajar dan mengajar yang dilakukan UPH.

"Dalam pameran ada karya mahasiswa menggunakan batu bata dan tanah liat. Kita dapat mudah memahami karya dalam pameran. Ini berarti mahasiswa dan dosen sukses mendemonstrasikan,” ujarnya.

Ahmad menuturkan, mendidik seseorang mahasiswa menjadi arsitektur bukan hal yang mudah. Mahasiswa tersebut perlu diajak paham mengenai elemen dasar dari arsitektur, seperti ruang dan memahami suatu proses. Oleh karena itu, dia menyebut, hasil karya yang dipamerkan mahasiswa UPH ini mencapai batas-batas yang bisa dilakukan oleh otak manusia.

“Ini menarik untuk dilihat ketika mahasiswa melakukan sesuatu di luar kebiasaan,” ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com