Jakarta International Folklore Festival 2019 Hadirkan Musisi 8 Negara

Jakarta International Folklore Festival 2019  Hadirkan Musisi 8 Negara
Kepala Bidang Seni dan Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Gumilar Ekalaya (kiri) saat jumpa pers Jakarta International Folklore Festival 2019. ( Foto: Beritasatu.com/Chairul Fikri )
Chairul Fikri / CAH Rabu, 11 September 2019 | 13:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lewat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta berencana akan Jakarta International Folklore Festival 2019. Berbeda dengan festival serupa yang sempat diselenggarakan di tahun 2013, festival kali ini akan mengusung konsep dan kemasan yang berbeda.

Rencananya, Jakarta International Folklore Festival 2019 akan diselenggarakan pada 13-15 September 2019 di Taman Lapangan Banteng Jakarta Pusat dan Red Top Hotel Lantai 3, Jakarta Pusat dengan mengangkat tema "Friendship through the Spirit of Unity".

Tujuannya untuk mengenalkan dan melestarikan warisan budaya tak benda kepada masyarakat, khususnya anak muda. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Seni dan Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Gumilar Ekalaya.

"Kami berupaya untuk mengenalkan dan melestarikan warisan budaya tak benda kepada masyarakat, khususnya anak muda. Karena Perkembangan dunia seni modern dan digital yang berkembang pesat saat ini membuat masyarakat Indonesia terutama generasi milennials, kurang tertarik mengenai warisan budaya dunia," ungkap Gumilar, Rabu (11/9/2019).

Ditambahkan Gumilar, selain akan menampilkan beberapa seniman dari Indonesia khususnya yang berasal dari seniman betawi, festival ini akan dihadiri oleh perwakilan seniman dari 8 negara seperti Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Ukraina, dan Vietnam.

"Pesta seni ini akan diikuti oleh 28 group kesenian dari berbagai provinsi dan juga dari 8 negara. Setiap negara peserta mendapat kesempatan untuk menampilkan seni tradisinya yaitu seni tari dan seni musik yang mereka miliki. Melalui ajang ini, kami berharap dapat menjadi media pertukaran informasi, budaya, dan persahabatan lintas negara maupun daerah," tandasnya.

Selain akan menampilkan kegiatan seni dan budaya, JIFF 2019 ini juga akan diadakan workshop mengenai seni tradisi dunia yang menghadirkan pembicara yang berasal dari praktisi seni international, diantaranya, workshop Dance & Disability: Sign Language is a Dance with Words, oleh Jasmine Okubo (Kitapoleng/Bali), Odissi Dance Technique oleh January Low (Malaysia), Korean Folklore Dance oleh Seoul Metropolitan Dance Theatre, dan diskusi panel “Keys on Developing our Community” oleh Sekar Kinanti (Yogyakarta), Abib Igal (Kalimantan Selatan), dan Maria Darmaningsih (Direktur Festival).



Sumber: BeritaSatu.com