Operet Aku Anak Rusun

Selendang Arimbi Tularkan Semangat Positif untuk Generasi Milenial

Selendang Arimbi Tularkan Semangat Positif untuk Generasi Milenial
Veronica Tan (mengenakan syal) berfoto bersama para pendukung dan pemain dari Operet Aku Anak Rusun usai jumpa pers gelara “Selendang Arimbi” di kawasan Jakarta Selatan, Rabu 25 September 2019. ( Foto: dina fitri anisa )
Dina Fitri Anisa / EAS Jumat, 27 September 2019 | 21:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Melanjutkan kesuksesan penampilan tahun 2017 lalu, Operet Aku Anak Rusun kembali menghadirkan karya kedua berjudul Selendang Arimbi, pada 16 November 2019 di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan. Drama musikal seputar kehidupan anak rusun di Jakarta ini memiliki semangat untuk mewujudkan mimpi, toleransi, dan solidaritas.

Pencetus Yayasan Waroeng Imaji, Veronica Tan menjelaskan, Operet Aku Anak Rusun diinisiasi oleh Soundkestra dan Yayasan Waroeng Imaji. Tujuan awalnya adalah mengembangkan dan memfasilitasi talenta anak rusun di bidang seni musik dan pertunjukan.

"Saya melihat, banyak anak-anak rusun yang memiliki talenta luar biasa dan masih bisa dikembangkan lagi. Drama musikal ini menjadi kesempatan yang baik dalam mengekspresikan bakat dan meningkatkan kepercayaan diri mereka, sehingga bisa jadi bekal kedepannya untuk menjadi seseorang,” jelas Veronica kepada Beritasatu.com di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (25/9/2019).

Selain itu, melalui bidang kesenian, Veronica bisa memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak rusun dan penonton yang menyaksikan Operet Aku Anak Rusun.

"Bekerja tim dengan latar belakang yang beragam, bisa membuat anak-anak tanpa sadar belajar pentingnya sebuah kebersamaan, toleransi, dan persahabatan. Itu semua demi mendapatkan satu paket lengkap pertunjukan yang dapat dinikmati oleh penonton berbagai kalangan usia,” ungkapnya.

Produser sekaligus Direktur Artistik, Dovieke Angsana menuturkan, nantinya sekitar 130 anak akan bertugas sebagai penari, 12 anak sebagai pemeran inti dan 40 anak sebagai penyanyi. Mereka adalah anak-anak yang telah lolos audisi dari tiga rusun kawasan Jakarta, yaitu Rawa Bebek, Daan Mogot, Pulo Gebang.

"Proses audisi berlangsung cukup lama, karena kami benar-benar memilih anak-anak yang memiliki kemampuan dan kemauan yang tinggi dalam bermusik dan juga menari. Dalam audisi ini kita juga ingin mengajari anak-anak untuk bisa menghadapi tantangan yang harus mereka lewati step by step," jelasnya.

20 Lagu
Secara konsep, dalam drama musikal hal yang ditonjolkan adalah iringan lagu-lagu yang akan menghidupkan cerita di atas panggung. Dalam kesempatan ini, Dovi sengaja menawarkan sekitar 20 lagu-lagu bertemakan Indonesia. Mulai dari lagu anak-anak, tradisional, hingga lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Chrisye atau pun Koes Plus. Lagu-lagu tersebut diaransemen ulang oleh Soundkestra dan dikemas dengan berbagai genre yang lebih modern, agar bisa diterima generasi saat ini.

Lagu-lagu yang akan dibawakan antara lain Janger, Marilah Kemari, dan Padang Bulan. Sedangkan untuk lagu anak-anak yang akan ditampilkan antara lain Anak Kambing Saya, Naik-naik ke Puncak Gunung, Semut-semut Kecil, akan dibawakan dengan cara medley.

"Kita ambil lagu-lagu ini untuk kembali dihidupkan, karena sekarang banyak anak-anak yang tidak tahu, padahal di dalamnya memuat banyak nilai positif. Dalam mengaransemen lagu, ini menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi kami. Bagaimana caranya agar dapat membuat drama musikal yang universal, karena penontonnya tidak hanya anak kecil, tetapi juga orang dewasa,” jelasnya.

Sedangkan dari segi cerita, penulis naskah Operet Aku Anak Rusun 2, Vanda Parengkuan menuturkan, melalui dialog dari tokoh-tokoh cerita, alur cerita, lagu, dan tarian, diharapkan bisa belajar tentang berbagai karakter manusia, budaya, cara berpikir, dan cara mengatasi masalah.

"Semoga anak-anak bisa belajar berempati pada sesama manusia tanpa memandang perbedaan. Sejak usia dini, belajar tentang bersahabat dalam keragaman. Juga belajar untuk pantang putus asa dalam mencapai cita-cita,” tuturnya.

Selendang Arimbi mengisahkan tentang seorang anak rusun benama Arimbi, yang bercita-cita menjadi penari. Tantangan yang datang silih berganti tidak menggetarkan Arimbi untuk tetap meraih cita-citanya. Didukung oleh teman-teman rusunnya, Arimbi menghadapi segala tantangan dengan positif. Tidak hanya belajar untuk fokus pada cita-cita, Arimbi juga belajar banyak hal mengenai solidaritas dan toleransi.



Sumber: BeritaSatu.com