Tiga Warisan Budaya Tak Benda Diajukan ke UNESCO

Tiga Warisan Budaya Tak Benda Diajukan ke UNESCO
Ilustrasi silat nomor seni. ( Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan )
Indah Handayani / FER Selasa, 5 November 2019 | 22:04 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) tengah mengajukan tiga warisan budaya tak benda Indonesia kepada Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO). Ketiga warisan budaya tak benda tersebut adalah Pencak Silat, Pantun, dan Gamelan.

Kepala Sub Direktorat Warisan Budaya TakBenda (WBTB) Kemdikbud, Binsar Simanullang, mengatakan, pemerintah telah menetapkan sebanyak 1.086 warisan tak benda. Hal itu dilakukan sebagai bentuk melestarikan dan melindungi warisan yang dimiliki Indonesia.

"Dari angka tersebut, sebanyak sembilan diantaranya telah ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO. Kesembilanya adalah Batik, Praktik terbaik cara pembuatan batik, wayang, keris, angklung, tari Saman, noken, tiga genre tari Bali, serta seni pembuatan perahu tradisional Phinisi," ujar Binsar di sela Simposium Kain Tradisional (Wastra) ASEAN di Yogyakarta, Selasa (5/11/2019).

Baca Juga: Pecinta Wastra Asia Tenggara Berkumpul di Yogyakarta

Menurut Binsar, setiap tahun pemerintah mengusulkan ke UNESCO satu warisan tak benda yang dimiliki Indonesia. Pengusulan itu dilakukan sesuai mempertimbangkan tim ahli yang menseleksi berdasarkan kecocokan dan urgensi untuk bisa dijadikan warisan budaya dunia. Hal itu akhirnya diputuskan untuk mengajukan tiga warisan budaya tak benda. Pada 2019, diusulkan Pencak Silat yang akan disidangkan pada Desember mendatang di Kolombia.

"Pada 2020, kami mengusulkan Pantun yang diajukan bersamaan dengan Malaysia. Sedangkan 2021, kami mengusulkan gamelan sebagai warisan budaya dunia," jelas Binsar.

Lebih lanjut, Binsar menjelaskan, persiapan menuju sidang UNESCO terkait pencak silat sudah sangat maksimal. Terlebih, pemerintah telah bekersama dengan berbagai komunitas Pencak silat di Indonesia, khususnya dari komunitas pencak silat di Jawa Barat dan Sumatera Barat. Dukungan komunitas merupakan hal yang penting dalam pengajuan warisan budaya tak benda dunia. Bahkan dukungan komunitas menjadi salah satu syarat dalam pengajuan tersebut, selain kelengkapan berkas. Sedangkan pemerintah hanyalah sebagai fasilitastor saja dalam pengajuan ke UNESCO.

"Untuk persiapan gamelan, sudah memasukan berbagai persyaratan yang dibutuhkan, mulai dari pengajuan naskah hingga video. Kami juga telah menjalin kerja sama dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta untuk melengkapi semua berkas sebelum April lalu," tutup Binsar.



Sumber: Investor Daily