Gandeng Dove, Raven is Odd Tampilkan Pameran Seni Inovatif

Gandeng Dove, Raven is Odd Tampilkan Pameran Seni Inovatif
Senior Brand Manager Dove Deodorant, Anggy Kumala, Managing Director Raven Is Good, Ririnu Yuka dan Marketing Manager Pacific Place, Monica Cindy Joy Nugroho saat memberi keterangan di Jakarta, Senin (25/11/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Uthan AR )
/ WBP Senin, 25 November 2019 | 12:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Raven Is Odd, perusahaan multi-platform di industri kreatif, menggandeng Dove Deodorant menggelar pameran seni, Art Instalation yang spot Instragamable di Pacicif Place, Jakarta selama tiga bulan pada 7 November hingga 6 Februari 2020.

"Dengan kampanye #ShaveandShine, Art Installation ingin mengedukasi pengunjung pada masing-masing spot yang disajikan," kata managing Director Raven Is Odd, Ririnu Yuka saat memberikan keterangan pers kepada media di Jakarta, Senin (26/11/2019).

Ririnu Yuka menjelaskan, kolaborasi ini lahir dari persamaan visi Raven Is Odd dan Dove untuk mengajak masyarakat percaya diri dan terus berusaha menjadi versi terbaik dari diri sendiri. "Raven Is Odd berharap dengan kolaborasi Dove, karya kami dihrapkan akan menciptakan kesadaran dari teman-teman bahwa kesehatan mental itu sangat penting di tengah dinamika kehidupan," kata Ririnu Yuka.

Dengan karya ini, kata dia, Raven Is Odd juga ingin menyebarkan kepedulian dan empati terhadap sesama. "Kami akan terus menyampaikan pesan positif dengan membawakan isu dan konsep karya berbeda," kata Ririnu Yuka.

Senior Brand Manager Dove Deodorant Anggya Kumala menjelaskan semua wanita memiliki hak untuk merasa bahagia dan nyaman dengan tubuh mereka. "Sejak 2004, Dove telah menyuarakan isu kepercayaan diri terhadap tubuh dengan menjalankan program Dove Self Esteem bagi perempuan untuk memperluas definisi tentang kecantikan," kata Anggya Kumala.

Berangkat dari misi tersebut, Dove membuat penelitian yang bertujuan memahami persepsi perempuan tentang ketiak dari sudut pandang pribadi dan sosial. Penelitian ini juga untuk memahami masalah ketiak bagi wanita dan sejauh mana ini berdampak pada kehidupan mereka.

Hasil penelitian menunjukan bahwa di balik kekhawatiran dan ketidakpuasan wanita terhadap ketiak, juga ada ketakutan akan penilaian orang lain terhadap diri sendiri karena tidak atau belum menyentuh standar ketiak feminin yang ideal. Standar ketiak ideal bagi wanita di Indonesia sama dengan standar wanita di negara lain yakni tidak berbau, memiliki warna kulit yang sama seperti bagian tubuh lainnya, tidak berambut dan halus.

Sebanyak 9 dari 10 (94 persen) membenarkan dan menyesuaikan standar ketiak ideal tersebut. Namun di Indonesia, 6 dari 10 wanita (57 persen) percaya diri dengan kondisi ketiak mereka apa adanya. Dove percaya bahwa tidak ada yang namanya standar ketiak ideal dan itu semua kembali kepada pilihan dan preferensi pribadi.

"Dengan campaign #ShaveandShine, Dove mengajak perempuan yang mengalami masalah ketiak untuk menunjukkan versi terbaik diri Anda. Dengan mengikuti tantangan ini, bisa membuktikan bahwa rajin merawat diri, termasuk merawat kulit ketiak, akan membuat anda lebih bersinar dan percaya diri," kata Anggya Kumala.

Marketing Manager Pacific Place, Monica Cindy Joy Nugroho mengatakan, Art Installation Raven Is Odd-Dove ini diselenggarakan di Colorlnc, Pacific Place, Jakarta Raven dengan harga tiket Rp 15.000 untuk member dan Rp 25.000 untuk non-member.

 



Sumber: BeritaSatu.com