Teater Graha Purbo Waseso Kencono Perkuat Destinasi Wisata Candi Prambanan

Teater Graha Purbo Waseso Kencono Perkuat Destinasi Wisata Candi Prambanan
Pembukaan Teater Graha Purbo Waseso Kencono menyajikan pertunjukkan Sendratari Roro Jonggrang dengan sutradara Profesor Dr Timbul Haryono. ( Foto: istimewa )
Iman Rahman Cahyadi / CAH Kamis, 6 Februari 2020 | 11:20 WIB

Klaten, Beritasatu.com - Destinasi wisata Candi Prambanan dan sekitarnya semakin lengkap menyusul dibukanya Gedung Teater Graha Purbo Waseso Kencono di Jalan Manisrenggo Km 1, Tlogo, Kecamatan Prambanan, Klaten. Gedung pertunjukan seni dan budaya yang dibangun perusahaan Galuh Grup, siap menyajikan berbagai pertunjukkan tradisional Jawa.

Gedung teater penuh nuansa seni namun terlihat modern, dilengkapi LCD berukuran besar yang membuat pertunjukkan semakin menarik. Gedung berkapasitas sekitar 250 tempat duduk, didesain seperti gedung bioskop yang full AC serta lokasinya tidak jauh dengan objek wisata Candi Prambanan.

“Gedung ini dibuat untuk mengangkat seni seni yang ada di Jawa,” kata One Krisnata, pemilik Galuh Grup saat pembukaan gedung teater, belum lama ini.

Saat ini, sendratari, atau ketoprak sudah banyak hanya digelar di jalan atau di desa-desa. Pihaknya ingin mengangkat kembali kejayaan seni seni tersebut, sebagaimana dilakukan bangsa lain. Seperti di Italia ada gedung opera, dan Amerika ada gedung teater. Sehingga, di Jawa semestinya mulai menghargai seni tradisionalnya sendiri dengan memberikan tempat manggung yang layak.

Dikatakan One Krisnata, jika tidak ada yang peduli terhadap budaya karakter Jawa, pihaknya khawatir lama kelamaan identitasnya menjadi dilupakan. Dengan adanya gedung teater pertunjukan yang layak, komunitas seni sendratari, ketoprak, dan lainnya dapat memanfaatkannya. Dengan diberikan tempat yang layak untuk tampil, dirinya yakin pertunjukan juga semakin baik.

Gedung teater yang dibangun dipersembahkan untuk masyarakat seni. Pertunjukkan yang ditampilkan diharapkan lebih variatif. Mulai sendratari, ketoprak dan bahkan jaz bisa tampil. Pihaknya sangat terbuka, dan konsepnya pengelola teater yang membuat show.

Dengan demikian, para seniman tidak perlu bingung harus membayar. “Justru punya kreativitas, cocok dengan manajemen, kita yang bayar, kita yang bikin schedule, kita yang promo,” urainya.

Sementara untuk menarik wisatawan dalam negeri maupun manca negara, pihaknya akan menyiapkan berbagai fasilitas pendukung agar terkoneksi dengan dunia pariwisata. Pihaknya juga ingin menyebarkan sejarah yang diharapkan sesuai fakta. Sehingga bukan sekadar dongeng yang justru membuat semakin enggan untuk belajar sejarah.



Sumber: BeritaSatu.com