Kebudayaan Penting dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Kebudayaan Penting dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Ketua Umum Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN), Mayor Jenderal TNI (Purn), Drs. Hendardji Soepandji, SH, membuka acara Rapat Kerja Nasional Ke-II Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN), di Gedung Pusdiklat Kemdagri Yogyakarta, Senin (9/3/2020). (Foto: istimewa)
Irawati D Astuti / IDS Rabu, 11 Maret 2020 | 12:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kebudayaan dapat dimaknai sebagai identitas kolektif jati diri bangsa. Kebudayaan memiliki peran, fungsi sentral, dan mendasar sebagai landasan utama dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Demikian disampaikan Ketua Umum Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN), Mayor Jenderal TNI (Purn), Drs Hendardji Soepandji, SH, dalam siaran pers yang diterima Beritasatu, Rabu (11/3/2020). Menurutnya, wacana kebudayaan, khususnya terkait nilai-nilai luhur harus terus disuarakan.

“Suatu bangsa akan menjadi besar jika nilai-nilai kebudayaannya mengakar dalam sendi kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Modernisasi tanpa filterisasi, kata Hendardji, berdampak pada semakin lunturnya nilai-nilai dan falsafah bangsa. “Kurangnya kecintaan masyarakat terhadap budaya (local wisdom), dapat menyebabkan hilangnya jatidiri bangsa,” ujarnya mengingatkan.

Budaya dunia berubah sangat cepat, kata Hendardji. Tidak semata sedang berubah, menurutnya, tetapi sedang terdisrupsi. Hal ini adalah sebuah keniscayaan yang tak dapat dihindari. Di era disrupsi ini, kata dia, kemapanan bisa runtuh dan berbagai mungkinan bisa terjadi.

“Dunia berubah. Indonesia berubah. Kita boleh kehilangan harta, tapi tidak untuk jati diri. Jati diri bangsa Indonesia di antaranya termaktub dalam Pancasila. Tema acara kita pun, KSBN ikut berperan membangun masa depan peradaban bangsa yang berbasis budaya,” ujar Hendardji.

Rapat Kerja Nasional KSBN yang digelar di Gedung Pusdiklat Kemdagri Yogyakarta, Senin (9/3/2020) lalu menetapkan rencana strategis KSBN 2020–2024. Terdapat lima daerah yang menjadi target pengembangan ekosistem kebudayaan, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Jambi, Maluku Utara, dan Kalimantan Barat.

“Lima ekosistem ini mengalir dari kebijakan pemerintah, dan kita berusaha mengeksekusi kebijakan tersebut,” terang Hendardji.

Program tersebut meliputi Festival Seni Budaya Nusantara di Kawasan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pada 7-12 November 2020 mendatang.

Selanjutnya rencana penyelenggaraan kegiatan festival di Maluku Utara, khususnya di Halmahera Selatan, yang direncanakan akan menjadi destinasi wisata nasional dengan konsep sebagai Pesona Negeri. Acara ini menurut rencana akan digelar pada 2021.

Kemudian masih ada Festival Seni Budaya Kubu Raya di Kalimantan Barat pada 2023, dan Orkestra Borobudur di Magelang, Jawa Tengah pada 2024.

“Kegiatan ini diharapkan bisa melahirkan platform kegiatan budaya yang dapat membantu mewujudkan ekosistem kebudayaan dalam lima tahun ke depan,” ujar Hendardji.

KSBN adalah organisasi nirlaba di bidang seni dan budaya yang ingin memperkenalkan seni dan budaya Indonesia di forum nasional dan internasional. Diharapkan, akan terwujud peningkatan budaya bangsa Indonesia.

Organisasi ini tidak hanya mengangkat nilai-nilai budaya bangsa Indonesia seperti kuliner, seni, musik, dan tarian-tarian khas Indonesia, tetapi juga berperan membangun unsur budaya lainnya. Hal itu mencakup ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menghadapi perubahan lingkungan global.



Sumber: BeritaSatu.com