Denny JA Terima Penghargaan dari Badan Bahasa dan Sastra Sabah

Denny JA Terima Penghargaan dari Badan Bahasa dan Sastra Sabah
Denny JA (Foto: Istimewa)
Yuliantino Situmorang / YS Sabtu, 14 Maret 2020 | 14:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Pencetus genre puisi esai, Denny JA, menerima penghargaan “Sastra Kemanusiaan dan Diplomasi ASEAN” dari Badan Bahasa dan Sastera Sabah (Bahasa) Malaysia. Denny dinilai berjasa dan membuat terobosan karena melahirkan dan mempopulerkan puisi esai hingga ke tingkat negara-negara se-ASEAN.

“Semoga penghargaan ini ikut menjadi penanda bahwa tak hanya di dunia politik, bisnis, dan jurnalisme, di dunia sastra pun selalu terjadi inovasi,” ujar Denny JA dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (14/3/2020), menanggapi penghargaan sastra tingkat ASEAN itu.

Dijelaskan, puisi esai menjadi cara baru bertutur untuk meriwayatkan kisah. Sudah terbit beberapa buku dalam bentuk puisi esai yang ditulis oleh sejumlah penyair dari berbagai negara di ASEAN seperti Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura, dan Thailand.

“Membaca puisi esai yang mereka tulis, kita membaca batin dan kultur hubungan manusia di antara negara ASEAN,” ujar dia.
Selain itu, telah terbit pula di tahun 2019 buku hasil lomba puisi esai tingkat ASEAN berjudul Yang Sunyi dan Terasing. Lalu, tahun 2019, penulisan puisi esai sudah dilombakan di negara ASEAN.

Denny JA merasa senang puisi esai yang dibidaninya bisa ikut menjembatani kerja sama budaya antarpenulis negara ASEAN.

“Ke depan, saya akan kumpulan 10 penyair Palestina dan Israel. Mereka diharapkan mengekspresikan kisah dan mimpi hubungan dua negara itu melalui puisi esai,” ujar dia.

Sementara itu, Presiden Badan Bahasa dan Sastra Sabah Datuk Jasni Matlani dalam suratnya kepada Denny JA pertengahan Februari 2020 lalu meminta Denny untuk hadir menerima penghargaan itu di acara Festival Penulis Sabah Ke-9 yang akan diadakan pada 20 Maret 2020 di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia.

"Dengan penuh takzim dimaklumkan bahwa pihak kami telah sebulat suara memilih yang berbahagia Bapak sebagai penerima pertama anugerah Sastra Kemanusiaan dan Diplomasi ASEAN,” ujar Jasni.

Disebutkan, Denny JA dianggap berjasa karena melalui inovasi puisi esainya itu telah membawa puisi melampaui fungsi tradisionalnya. Bahkan, kisah hubungan dua negara di ASEAN atau dinamika batin masyarakat di negara ASEAN bisa dikisahkan melalui puisi esai.



Sumber: PR/Suara Pembaruan