300 Karya Perupa Hadir di Arisan Karya Museum Macan

300 Karya Perupa Hadir di Arisan Karya Museum Macan
Lukisan "Denial of Recognation" karya FX Harsono hadir dalam program Arisan Karya di Museum Macan. ( Foto: istimewa )
Dina Fitri Anisa / EAS Sabtu, 16 Mei 2020 | 00:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 diakui berdampak pada semua lapisan masyarakat. Tak terkecuali ribuan perupa seni di Indonesia yang juga menjadi korban secara materi. Imbauan pembatasan sosial membuat berbagai pameran dan kegiatan seni terpaksa ditunda.

Menyikapi persoalan ini, Museum Macan menginisiasi program Arisan Karya, sebagai usaha untuk mendukung para perupa dan komunitas seni menghadapi New Normal pascapandemi. Sebanyak 300 karya dari 300 perupa seni meramaikan program ini.

Direktur Museum Macan, Aaron Seeto mengatakan, program Arisan Karya akan mengumpulkan dana dari masyarakat untuk perupa Indonesia dari berbagai latar belakang. Meski jumlah yang dikumpulkan mungkin tidak besar secara nominal, tetapi gerakan positif ini diperlukan saat pandemi berlangsung. Apalagi, saat ini banyak perupa dan juga komunitas seni yang mengkhawatirkan kondisi finansial mereka.

Nantinya, para perupa akan menerima 70% dari dana yang terkumpul. Dana lainnya akan dialokasikan untuk memfasilitasi perupa untuk membagi ilmu dan pengalaman mereka dengan masyarakat lewat materi online, termasuk tip praktis berkesenian, lokakarya kreatif untuk dilakukan di rumah, atau program wicara, yang akan ditampilkan lewat platform digital Museum Macan.

"Masa ini bukanlah jalan buntu, tetapi jadi waktu yang tepat untuk bangkit. Melalui inisiatif ini kita berusaha memberi suntikan semangat di tengah periode yang penuh ketidakpastian, dan menggerakkan masyarakat untuk lebih mengapresiasi karya-karya seni dari perupa Indonesia,” terang Aaron saat jumpa pers virtual, belum lama ini.

 

Kepala pengembangan kegiatan Museum Macan, Amalia Wirjono mengatakan, dalam program ini, Museum Macan menjangkau berbagai jejaringnya untuk mengajak perupa dari seluruh Indonesia. Para perupa diwajibkan menyertakan maksimal tiga karya seni, yang nantinya akan dikurasi kembali.

Sementara kurator Museum Macan, Asep Topan menuturkan bahwa, animo para perupa yang mengikuti program ini sangatlah besar. Tim kurasi menerima 430 aplikasi dari para perupa Indonesia dengan total lebih dari 900 karya. Dari jumlah tersebut, kurator pun memilih 300 karya dari 300 seniman yang akan mengikuti program Arisan Karya yang berlangsung selama tiga periode, Mei, Juni, dan Juli.

"Bagi kami, animo dan semangat positif membuktikan komunitas di Indonesia termasuk para perupa memiliki motivasi untuk tetap bersemangat. Para pelaku ekosistem perlu saling bekerja sama untuk membangun semangat satu sama lain,” jelasnya.

Beberapa perupa yang akan berpartisipasi dalam inisiatif ini termasuk Melati Suryodarmo, Tisna Sanjaya, Saleh Husein, Agus Suwage, dan Ika Vantiani. Sedangkan perupa muda yang lolos seleksi antara lain, Annisa Rizkiana Rahmasari, dan Rega Ayundya.



Sumber: BeritaSatu.com