Bantu Pekerja Seni Terdampak Covid-19, OVO Dukung Konser Philharmonic

Bantu Pekerja Seni Terdampak Covid-19, OVO Dukung Konser Philharmonic
Konser Philharmonic guna membantu para pekerja seni yang terdampak Covid-19. ( Foto: dok )
Novy Lumanauw / Dina Fitri Anisa / YUD Kamis, 21 Mei 2020 | 19:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - OVO, platform pembayaran digital dan layanan finansial terdepan di Indonesia pada Kamis (21/5/202) mendukung penyelenggaraan konser daring Jakarta City Philharmonic Orchestra bertema "Berbagi dalam Keterbatasan.” Konser digelar untuk membantu para pekerja seni budaya, khususnya seniman tradisional yang terdampak pandemi Covid-19.

Program yang diinisiasi Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Jakarta City Philharmonic, penonton disuguhkan pertunjukan orkestra virtual yang menghadirkan musisi ternama nasional seperti Melly Goeslaw, Maruli Tampubolon, dan Tohpati sebagai pelengkap momen kebersamaan saat menanti waktu berbuka puasa. Melalui kampanye ‘KolaborArtsy,’ OVO mewujudkan dukungannya dengan memungkinkan para penonton untuk berdonasi secara nyaman dari rumah. Donasi yang terkumpul akan disalurkan kepada para penerima manfaat di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan lewat kolaborasi dengan BenihBaik.com yang akan memastikan penyaluran donasi dalam bentuk uang tunai langsung ke penerima manfaat.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid menjelaskan, Ditjen Kebudayaan mendukung penuh kolaborasi yang dilakukan oleh Jakarta City Philharmonic dan OVO, karena donasi yang terkumpul akan disalurkan sepenuhnya kepada seniman.

“Saat ini peran teknologi dalam mengangkat luasnya khasanah seni budaya Indonesia semakin nyata, terlebih di tengah situasi yang menuntut para seniman untuk di rumah saja. Kami apresiasi dan dukung penuh upaya yang dilakukan Jakarta City Philharmonic, yang mengajak masyarakat untuk berbagi dalam keterbatasan, serta dukungan dari OVO dan Benih Baik sebagai platform teknologi sebagai fasilitator upaya dari para seniman Indonesia,” jelas Hilmar secara tertulis.

Hilmar menambahkan, saat ini yang diperlukan adalah bersama-sama menghidupkan semangat para pekerja seni budaya di Indonesia agar mereka tetap bisa berkarya tanpa beban karena harus berpikir bagaimana dengan kelangsungan hidup mereka sehari-hari.

“Bersama kita bisa membantu dan menguatkan mereka, Dengan semangat yang sama, kolaborasi ini menjadi gerakan yang diharapkan dapat memotivasi gerakan lain nantinya yang bertujuan menggalang dana bagi jejaring dan komunitas seni, ” katanya.

Sementara itu, Anto Hoed selaku Dewan Komisaris Jakarta City Philharmonic menuturkan bahwa platform teknologi telah membuat mereka dapat terus bekerja, berkarya, dan menyebarkan keindahan musik ke seluruh Indonesia serta dapat membagikan harapan baru kepada para seniman.

“Kami berharap proyek ini dapat membagikan harapan baru, terutama bagi seniman tradisional yang terkena dampak Covid-19. Kami dibantu oleh musisi-musisi seperti Maruli Tampubolon, Melly Goeslaw, dan Tohpati untuk membangun semangat berbagi dan menggalang dukungan nasional demi keberlangsungan pekerja seni tradisional di industri seni budaya Indonesia,” jelas dia.

Kampanye ini dilakukan OVO untuk mendukung industri seni budaya di Indonesia, khususnya seniman tradisional, yang menjadi salah satu segmen pekerja informal paling terdampak dari pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat pandemi COVID-19.

Melalui ‘OVO KolaborArtsy,’ OVO membangun inisiatif Bersama dengan Ditjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk berkolaborasi membantu menghidupkan kembali kegiatan industri seni Indonesia di tengah pandemi melalui sistem pembayaran terintegrasi yang disediakan oleh OVO, di mana penonton dapat mendukung para seniman pilihan mereka.

“OVO sebagai platform pembayaran digital terdepan di Indonesia, terus berinovasi untuk membangun semangat berbagi, membantu pemerintah dan mereka yang sangat terdampak pandemi Covid-19,” jelas Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra.

Karaniya menambahkan, OVO bermitra dengan Jakarta City Philharmonic untuk mengadakan pertunjukan orkestra virtual yang dimulai pada 22 Mei 2020. Nantinya, total donasi yang terkumpul akan didistribusikan oleh BenihBaik untuk disalurkan kepada para seniman tradisional di Indonesia yang terkena dampak Covid-19.

Di tempat yang sama Co-Founder BenihBaik Anggit Hernowo menyampaikan bahwa BenihBaik merasa terhormat dapat menjadi bagian dari gerakan mempertahankan eksistensi industri seni Indonesia di tengah pandemi Covid-19. Tanpa adanya pandemi ini saja, industri seni sering luput dari perhatian. Penting bagi publik dan swasta untuk bermitra selama masa-masa sulit ini.”

Sebagai informasi, pada tanggal 22 Mei 2020 pukul 16.00 WIB, pemirsa dapat menikmati live streaming konser daring di Youtube.com/budayasaya, sambil menunggu waktu berbuka puasa dan berpartisipasi secara digital untuk berdonasi dengan mengklik tautan DOKU yang tertanam di bagian deskripsi video Youtube. Pengguna dapat dengan mudah mengikuti langkah-langkah yang tersedia untuk donasi di platform dan menyelesaikan pembayaran dengan OVO. Beberapa karya yang akan dimainkan:

Supratman, Wage Rudolf; Indonesia Raya

Embut, Mochtar; Varia Ibukota

Goeslaw, Melky; Sio Mama, akan dibawakan oleh Melly Goeslaw

Marzuki, Ismail; Wanita, akan dibawakan oleh Maruli Tampubolon

Offenbach, Jacques; Can-can dari Opera “Orpheus in Underworld”

Tohpati; Jatuh Cinta



Sumber: BeritaSatu.com