PSSI Sayangkan Suporter Nyalakan Kembang Api

PSSI Sayangkan Suporter Nyalakan Kembang Api
Pesepak bola Timnas Indonesia U-16 Brylian Negiehta Dwiki Aldama (tengah) melakukan selebrasi usai berhasil mencetak gol ke gawang Timnas Singapura U-16 Nicky Melvin Singh (kanan) dalam pertandingam persahabatan di Stadion Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis malam, 8 Juni 2017. ( Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan )
/ CAH Jumat, 9 Juni 2017 | 22:22 WIB

Cikarang - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menyayangkan aksi suporter yang menyalakan kembang api dan membunyikan peluit pada laga uji coba tim Indonesia muda melawan Singapura U-16, Kamis (8/6) pukul 20.30 WIB di Stadion Wibawa Mukti, Jababeka.

Pada laga tersebut Indonesia menang 4-0.

Ketua Umum PSSI Edy Rachmayadi mengatakan aksi suporter itu tentunya dapat menyebabkan pecahnya konsentrasi pemain Indonesia maupun Singapura.

Dalam menyikapi masalah ini, seharusnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi maupun kepolisian setempat segera mengatasinya.

"Untuk antisipasi itu, dapat dilakukan dengan berbagai cara. Kan, ada sensor atau dengan sistem penggeledahan barang bawaan penonton," katanya.

Selain itu,juga meminta kepada Pemkab Bekasi untuk melakukan pengamanan selama pertandingan berlangsung. Ini dikarenakan masih ada beberapa penonton yang turun dari podium dan memasuki tepi area pertandingan.

Ia menambahkan dalam pertandingan uji coba pada Kamis (8/6) pukul 20.30 WIB, pemain Indonesia muda dirasa sudah siap bertanding dalam turnamen tingkat internasional (Asia).

Namun dalam pertandingan uji coba itu, sebenarnya masih banyak catatan dalam mengatur ritme permainan.

Ini dikarenakan pada pertandingan uji coba, pemain Indonesia Muda U-16 lebih banyak memfokuskan pada lini sayap kanan lawan. Sehingga membuat sisi pertahanan dan tengah menjadi tidak seimbang.

Selain itu, pada babak pertama terlihat sisi pertahanan Indonesia U-16 kosong. Tentu saja kelalaian tersebut dapat membahayakan atau bisa terjadi gol bila pemain Singapura bisa membaca strategi.

Untuk itu, perlunya koordinasi bersama dan latihan yang sesuai agar tidak terjadi kesalahan pada saat bertanding. Tetapi pada Sabtu (10/6), Indonesia Muda akan kembali bertanding melawan Tim pelajar.

Edy menjelaskan dalam aksi suporter itu meminta Pemkab Bekasi dan Polres Metro Bekasi untuk melakukan pengamanan baik didalam maupun keluar.

Ini adalah bentuk upaya antisipasi lanjutan guna lebih memaksimalkan kinerja dalam menjalankan tugasnya.

Selain itu, meminta pemerintah daerah untuk tidak melakukan aksi berjalan pada area stadion, dikarenakan dapat mengundang aksi-aksi anarkis dari suporter.