Formula E, Pelapisan Aspal di Batu Alam Monas Perhatikan Aspek Lingkungan

Formula E, Pelapisan Aspal di Batu Alam Monas Perhatikan Aspek Lingkungan
Pekerjaan proyek ujicoba pengaspalan jalan di Monas untuk lintasan sirkuit Formula E yang berada di media sosial, Sabtu (22/2/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia Tambun)
Lenny Tristia Tambun / CAH Sabtu, 22 Februari 2020 | 21:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Organizing Committee (OC) Formula E melakukan uji coba pelapisan aspal seluas 60 meter persegi di atas cobblestone (blok batu) bagian tenggara Silang Monas, Sabtu dini hari (22/2/2020).

Hamparan sepanjang 15 meter dengan lebar 4 meter menggunakan dua material berbeda, yakni sandsheet dengan ukuran aspal panjang 10 meter dengan lebar empat meter dan geotextile dengan panjang lima meter kali empat meter. Kedua material itu dihamparkan secara menyambung.

Deputi Bidang Teknis Formula E Jakarta Wisnu Whardana mengatakan uji coba bertujuan untuk cek material yang bisa lebih mudah dikelupas setelah terpasang selama 4x24jam. Pengelupasan dijadwalkan pada Rabu (26/2/2020).

“Pekerjaan teknis ini dilakukan sebagai tahap paling awal di lapangan, merupakan wujud keseriusan persiapan gelar Formula E ini sangat memerhatikan aspek lingkungan,” kata Wisnu Wardhani dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (22/2/2020).

Baca JugaDuh! Batu Alam Monas Mulai Diaspal untuk Formula E, Ini Kata Anies

Menurutnya, Indonesia baru pertama kali menyelenggarakan Formula E. Cobblestone atau blok batu yang dipasang tahun 1995 ini merupakan bagian dari lintasan dan di uji coba dilapisi. Di negara-negara penyelenggara Formula E lainnya, pelapisan aspal di atas cobblestone dilakukan di Paris, Prancis dan juga di Roma, Italia.

“Pelapisan lalu kemudian dikelupas dilakukan Paris, di Roma, ini dilakukan setiap tahun. Metode pelapisan dilakukan sederhana dan cepat. Proses pengelupasan dapat dilakukan untuk mengembalikan cobblestone timbul kembali. Di Paris, sirkuit Formula E mengitari situs Les Invalides yang umurnya 350 tahun. Maka setiap selesai gelar Formula E, aspalnya dikelupas dan kembali seperti sedia kala,” terang Wisnu Wardhana.

Dijelaskannya, proses teknis uji coba pelapisan berlangsung 125 menit dini hari. Adapun persiapannya sejak Jumat (21/2/2020) jelang tengah malam. Proses uji coba ini dimonitor oleh para ahli. Demikian pula pada pengelupasan para ahli telah siap dimintakan pendapatnya untuk putusan akhir metoda yang terbaik yang dipilih.

”Secara fisik, pilihan sand sheet atau geotextile akan dipilih berdasarkan hasil proses pengelupasan, termasuk untuk efeknya terhadap cobblestone yang terlapisi," tambah Wisnu Wardhana.

Baca Juga: Canggih, Aspal Formula E Bisa Dilepas Usai Balapan

Uji coba menggunakan lapisan aspal kasar saja, tidak sampai aspal halus. Area hamparan 15m x 4m yang diuji coba tersebut tetap bisa dilintasi untuk kegiatan keseharian.

“Ini sudah cukup untuk mengukur kekuatan bila terlintasi setelah terpasang dan kemudahan bila nanti dikelupas," ungkap Wisnu Wardhana.

Selain itu, uji coba dan seluruh pekerjaan diawasi oleh FEO (Formula E Operation) yang sudah memiliki pengalaman membangun berbagai sirkuit di dunia.

Ditambahkannya, pengaspalan di kawasan perhelatan Formula E Jakarta dijadwalkan Maret 2020 selama 1,5 bulan. Prosesnya memerhatikan aspek lingkungan, karena perhelatan ini digelar untuk mengampanyekan kepedulian terhadap lingkungan. Ajang ABB FIA Formula E Championship di Jakarta, atau Jakarta E-Prix, digelar pada 6 Juni 2020.



Sumber: BeritaSatu.com