Samsung Electronics Indonesia Latih 50.000 Guru Gunakan Gawai

Samsung Electronics Indonesia Latih 50.000 Guru Gunakan Gawai
Samsung Smart Learning Class (SSLC) merupakan sebuah ruang kelas berbasis ICT (Information and Communication Technology) yang hadir untuk meningkatkan efektivitas kegiatan belajar karena dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan mendorong keingintahuan bagi siswa, serta membantu guru mulai dari mencari materi ajar, maupun untuk dijadikan alat peraga yang lebih interaktif dan berkualitas. Melakukan simulasi pada booth SSLC dalam kesempatan Penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama “Samsung Indonesia Cerdas”: Najelaa Shihab, Psikolog dan Pendidik dan KangHyun Lee, Vice President PT Samsung Electronics Indonesia.
/ RIX Rabu, 25 September 2019 | 15:59 WIB

[JAKARTA] Pemanfaatan teknologi informasi sebagai sarana pendukung belajar mengajar telah membuka akses untuk penyelenggaraan pendidikan yang lebih berkualitas dan sesuai dengan karakter peserta didik saat ini yang merupakan digital native. Hal ini lah yang mendorong PT Samsung Electronics Indonesia (Samsung) untuk turut meningkatkan kompetensi pengajar dan peserta didik Indonesia melalui beberapa program pendidikan, termasuk bekerja sama dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI), untuk memberikan pelatihan-pelatihan peningkatan kemampuan penggunaan gawai dan pemanfaatan aplikasi digital melalui fasilitas Samsung Smart Learning Class (SSLC). Fasilitas berupa sebuah ruang kelas berbasis TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) ini telah mewadahi 50.000 guru anggota IGI dari seluruh Indonesia sejak 2017 dan mendorong terciptanya kegiatan belajar mengajar yang aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan.

“Kami bersama Ikatan Guru Indonesia (IGI) telah melatih 50.000 guru di Indonesia untuk pemakaian gawai pada level yang lebih tinggi, dan jumlah Ini akan terus bertambah. Menggunakan fasilitas yang ada di dalam SSLC, para guru dilatih untuk membuat website, membuat materi ajar yang menarik, dan mendorong agar ilmu yang telah mereka terima untuk benar-benar dimanfaatkan agar lebih baik interaksinya dengan peserta didik dan dapat membantu meningkatkan hasil belajar mereka,” kata KangHyun Lee, Vice President Samsung Electronics Indonesia, usai acara penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama antara Samsung dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Senin(23/9).

Sementara itu pegiat pendidikan, Najelaa Shihab, mengatakan bahwa teknologi menjadi solusi bagi perkembangan pendidikan di Indonesia agar semakin cepat dan efektif. Tantangan kondisi ekosistem pendidikan Indonesia salah satunya adalah keadaan geografis yang membuat kompetensi guru harus terus dikembangkan, dan tidak ada solusi selain teknologi untuk mengatasinya.



Sumber: Suara Pembaruan