Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Ducati Akui Bagnaia Terlalu Incar Quartararo

Minggu, 25 September 2022 | 16:16 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA
Dari kiri: Fabio Quartararo, Fransesco Bagnaia, dan Enea Bastianini bertarung di Grand Prix Jepang, 25 Sept. 2022.

Beritasatu.com – Fransesco Bagnaia jatuh di Grand Prix Jepang setelah memaksakan diri untuk menyalip pemimpin klasemen Fabio Quartararo di putaran terakhir, Minggu (25/9/2022).

Usai balapan, manajer tim Ducati Lenovo Davide Tardozzi membenarkan bahwa target utama Bagnaia di Sirkuit Motegi memang finis di depan si pembalap Yamaha.

Menurut Tardozzi, perolehan poin di klasemen menjadi tujuan utama daripada menjuarai Grand Prix Jepang, mengingat dalam kualifikasi hari sebelumnya yang diguyur hujan, Bagnaia hanya menempati urutan 12, sementara Quartararo berada di posisi sembilan.

“Ya, tujuannya jelas. [Bagnaia] memulai tahun ini dengan berusaha memenangi balapan sebanyak mungkin. Namun, di titik tertentu Anda harus memikirkan posisi di klasemen,” kata Tardozzi seperti dikutip Crash.net.

“Anda harus mencermati para rival. Sejak balapan di Aragon, kami selalu mengincar Fabio,” imbuhnya.

Di Grand Prix Aragon pekan lalu, Quartararo jatuh dan Bagnaia finis kedua, sehingga jarak mereka di klasemen tinggal 10 poin. Pada lima seri sebelumnya, Quartararo sempat memimpin 91 poin atas Bagnaia.

Di penghujung balapan di Motegi, Bagnaia yang berada tepat di belakang Quartararo punya akselerasi lebih bagus, tetapi ketika lawannya sudah dalam “jarak tembak” hanya tersisa beberapa tikungan saja di putaran terakhir.

Di tikungan ke kiri, Bagnaia mencoba menyalip dari sisi dalam dan terlihat berhasil melakukan itu, tetapi dia terlambat mengerem sehingga akhirnya kehilangan kendali ban depan dan meluncur jatuh saat memaksakan diri untuk berbelok.

Dia juga sangat nyaris menabrak Quartararo dari samping ketika peristiwa itu terjadi.

Kalau pun berhasil menyalip, dia sebetulnya hanya bisa memangkas satu poin saja dari lawannya. Alhasil, Bagnaia malah kehilangan tujuh poin karena jatuh saat berada di posisi sembilan.

Sebaliknya bagi Quartararo, dengan tambahan delapan poin hasil finis ke-8 dia menambah jarak di klasemen dari 10 menjadi 18 poin.

Tardozzi mengatakan Bagnaia sudah meminta maaf kepada tim karena insiden tersebut.

“Dia sudah meminta maaf karena kesalahan yang dilakukannya,” kata Tardozzi.

“Dia tidak mampu berakselerasi saat keluar tikungan seperti motor-motor Ducati lainnya. Kami perlu mencari tahu penyebabnya,” imbuhnya.

“Ban depan dia kepanasan sehingga dia tidak bisa mengerem lebih lambat. Baru setelah bannya dingin, dia mulai bangkit dan meningkatkan kinerja pengereman,” jelasnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Crash.net


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI