Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Mau Balapan, Motor Espargaro Malah Disetel Mode Hemat BBM

Minggu, 25 September 2022 | 17:27 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA
Pembalap Aprilia Racing Aleix Espargaro.

Beritasatu.com – Pembalap Aprilia Racing Aleix Espargaro kesal bukan kepalang karena ketika balapan hendak dimulai di Grand Prix Jepang, Minggu (25/9/2022), sepeda motor miliknya malah dalam mode hemat bahan bakar dan tidak bisa dipakai berakselerasi.

Dia mendapatkan masalah itu ketika putaran warmp-up hendak dilakukan sehingga terpaksa masuk pitlane dan berganti motor kedua, ketika semua pembalap lain sudah berbaris rapi di belakang garis start.

Jika nekat memakai motor yang bermasalah, dia tidak akan bisa bersaing bahkan misalnya melawan motor bebek tune-up sekali pun.

“Mereka membuat kesalahan dan tidak mematikan sistem hemat BBM, yang membuat Anda tidak bisa mencapai 4.000-5.000 RPM atau kecepatan lebih dari 100 km per jam," jelas Espargaro.

“Saya sudah mencoba semuanya tetapi tidak berhasil,” imbuhnya.

Mode hemat BBM hanya digunakan ketika pembalap melintas di pitlane di mana berlaku pembatasan kecepatan.

Kekesalan Espargaro terlihat ketika dia terburu-buru mengganti motor kedua di garasi. Dia begitu saja meninggalkan motor pertamanya sehingga lepas dari pegangan kru Aprilia dan rubuh.

Namun, kekesalannya menumpuk karena ada masalah lain di motor kedua.

“Saya berganti motor di pit, tetapi motor kedua memakai ban belakang soft dan saya tidak bisa membalap dengan tipe ban itu,” papar Espagaro, yang saat ini berada di posisi tiga klasemen.

“Saya sudah menyadari itu sejak awal. Motornya terus menekan ke bagian depan. Saya juga sangat gugup dan membuat banyak kesalahan, jadi saya memutuskan untuk fokus bertahan di trek dan menunggu kalau-kalau ada bendera merah berkibar atau apalah. Namun, itu tidak terjadi,” keluhnya.

Makin Kesal
Hasil balapan menunjukkan pemimpin klasemen Fabio Quartararo hanya finis kedelapan sementara peringkat dua Fransesco Bagnaia jatuh dan, seperti dirinya, gagal membawa pulang poin dari Sirkuit Motegi.

Apakah Espargaro sedikit terhibur dengan fakta itu?

Sebaliknya, dia malah makin kesal lagi karena dalam kondisi normal motor pertamanya sangat kompetitif di Motegi dan dia juga start di posisi enam atau terdepan dari dua rivalnya itu.

Quartararo memulai balapan dari posisi sembilan sementara Bagnaia dari urutan 12.

Dengan kata lain, jika tidak ada kendala teknis itu sangat besar kemungkinan posisinya di klasemen akan membaik karena kesulitan yang dialami dua rivalnya.

“Bagi saya justru lebih buruk lagi karena saya kehilangan kesempatan yang begitu besar,” jelasnya.

“Jika mereka [Quartararo dan Bagnaia] finis pertama dan kedua, dampaknya di klasemen memang lebih buruk, tetapi saya tidak akan sesedih sekarang,” kata Espargaro.

“Saya sangat sedih karena tahu hari ini sebetulnya lebih kencang dari mereka dan tidak gampang bisa lebih kencang dari Pecco dan Fabio. Ini hal yang langka, buat saya,” keluhnya.

Untuk pertama kali musim ini, Espargaro akhirnya gagal mendapat poin karena hanya finis ke-16 pada balapan ke-16 musim 2022.

Namun, ini bukan pertama kali dia dirugikan oleh masalah yang terdengar konyol.

Pada Grand Prix Catalunya, dia mengira balapan sudah selesai padahal masih satu putaran lagi, lalu melakukan selebrasi dan melambatkan motor. Karena kesalahan dirinya sendiri itu, dia kehilangan posisi podium meskipun beruntung masih bisa melanjutkan balapan dan mendapat poin.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI