Lanjutkan PSBB Transisi
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Lanjutkan PSBB Transisi

Tajuk: Suara Pembaruan

Kamis, 30 Juli 2020 | 08:00 WIB

Provinsi DKI Jakarta kembali tercatat sebagai provinsi dengan jumlah kasus positif Covid-19 terbanyak per Rabu (29/7) berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19. Kemarin, kasus positif di Jakarta bertambah 577, disusul Jawa Timur dengan 359 kasus. Sebelumnya, pada Selasa (28/7), kasus baru positif Covid-19 di Jakarta juga tercatat paling tinggi, yakni 409, sedangkan Jawa Timur 313 kasus.

Berdasarkan data kumulatif kasus positif Covid-19, Jawa Timur masih tetap menduduki peringkat teratas dengan 21.848 kasus, disusul DKI Jakarta mencapai 20.572 kasus. Namun, apabila Jakarta tidak mampu menurunkan kasus positif secara signifikan dalam seminggu hingga dua minggu mendatang, bukan tidak mungkin Jakarta akan menggeser Jawa Timur di peringkat teratas.

Peningkatan kasus positif selama masa transisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang dimulai sejak Jumat, 5 Juni 2020 hingga saat ini tentu merupakan kabar buruk bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Hal ini menunjukkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta belum sepenuhnya mampu mengendalikan penyebaran virus corona. Rendahnya kedisiplinan masyarakat menjalankan protokol kesehatan merupakan penyebab utama peningkatan kasus positif Covid-19 di Jakarta.

Kenyataan ini tentu menimbulkan dilema bagi Pemprov DKI Jakarta, mengingat hari ini adalah hari terakhir pelaksanaan masa transisi PSBB. Apakah masa transisi akan diperpanjang selama 14 hari ke depan atau terpaksa kembali menerapkan PSBB?

Bagi kita, pilihan tersebut memang pelik, tetapi Pemprov DKI Jakarta hendaknya tak boleh mundur dengan kembali menerapkan PSBB. Dari sisi kesehatan, penerapan PSBB memang cukup efektif menurunkan angka penularan Covid-19, tetapi di sisi lain, yakni ekonomi, terjadi kemunduran, bahkan kemerosotan.

Seperti yang berulang kali disampaikan Presiden Joko Widodo dan juga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, penanganan Covid-19 harus dilakukan secara seimbang, yakni sisi kesehatan dan juga ekonomi. Ibarat gas dan rem, keduanya harus berjalan harmonis. Keharmonisan itu hanya mungkin dilakukan pada masa transisi PSBB yang telah berlangsung selama hampir dua bulan di Jakarta.

Hanya saja, berdasarkan pengalaman selama hampir dua bulan terakhir, kita menyarankan perlu dilakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap pelaksanaan protokol kesehatan di masyarakat. Pengawasan yang lebih ketat yang diikuti pengenaan sanksi denda diharapkan membuat pengendalian Covid-19 berjalan lebih efektif dan mampu menekan secara signifikan penyebarannya.

Belakangan kita melihat perilaku masyarakat cenderung mengabaikan protokol kesehatan. Di ruang publik sering terlihat masyarakat yang tidak menggunakan masker. Imbauan untuk menjaga jarak minimal satu meter pun kerap tak diindahkan. Perilaku masyarakat ini yang perlu mendapat perhatian serius aparat Satuan Polisi Pamong Praja, yang dibantu aparat Kepolisian dan TNI.

Untuk mendisiplinkan masyarakat, kita mendukung pengenaan sanksi berupa denda dengan jumlah yang signifikan kepada para pelanggar protokol kesehatan. Sanksi tersebut diharapkan memberikan efek jera, sehingga jumlah pelanggar bisa ditekan secara signifikan.

Selama masa transisi PSBB, Pemprov DKI Jakarta juga bisa terus melakukan pembatasan sosial berskala lokal (PSBL) atau karantina wilayah di tingkat rukun warga (RW), bahkan mungkin bisa diperluas hingga tingkat kelurahan. Selama Juni 2020, Jakarta tercatat sukses menurunkan jumlah RW zona merah dari 66 menjadi 20, tetapi kemudian belakangan meningkat lagi menjadi 33 RW.

Berkaca dari pengalaman tersebut, sesungguhnya PSBL cukup efektif mengendalikan penularan Covid-19, bahkan mempersempit wilayah penularan. Oleh karena itu, kombinasi pengawasan protokol kesehatan yang diperketat ditambah sanksi denda dan PSBL diharapkan membuat Jakarta tak perlu lagi berlama-lama berada dalam masa transisi PSBB.


BAGIKAN




BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS