KLHK Rancang Pembangunan Berkelanjutan di Ibu Kota Baru
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

KLHK Rancang Pembangunan Berkelanjutan di Ibu Kota Baru

Jumat, 11 Oktober 2019 | 20:40 WIB
Oleh : Jeis Montesori / LES

Brisbane, Beritasatu.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) merancang penerapan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan (SDGs) di ibu kota baru. Untuk itu KLHK membangun jejaring kerja sama dan kolaborasi dengan berbagai pihak, baik di dalam maupun luar negeri, termasuk Griffith University, Australia.

Kepala Badan Litbang dan Inovasi KLHK Agus Justianto menuturkan, KLHK memperbarui kerja sama yang telah diinisiasi sejak tahun 2002 dengan Griffith University, Australia. Dari kerja sama yang telah berjalan, terbentuk Centre of Excellence for Sustainable Development for Indonesia (CESDI).

Dalam kerja sama antara KLHK dan University Griffith, salah satu topik utama yang diusung melalui CESDI adalah penerapan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan (SDGs), rendah karbon (low carbon development initiatives) dan berketahanaan iklim (climate resilience) di ibu kota baru Indonesia di Kalimantan Timur.

“ Melalui kerja sama ini CESDI dapat menjadikan ibu kota baru di Kaltim sebagai laboratorium pembanguan berkelanjutan di tingkat tapak,” kata Agus seusai penandatangan nota kesepahaman pembaruan kerja sama antara KLHK dengan Griffith University di Brisbane, Australia, Jumat (11/10/2019) .

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Agus Justianto dan Wakil President Griffith University Profesor Sarah Todd.
Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo, pada 26 Agutus 2019 lalu, sudah mengumumkan pemindahan ibu kota Indonesia ke Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Berdasarkan kajian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), nantinya kawasan ibu kota negara akan menempati lahan seluas 180.965 hektare.

Australia sendiri punya pengalaman bagus karena berhasil memindahkan ibu kota ke Canberra. Kota ini dikenal sebagai “the bush capital” karena dikelilingi hutan dan berada di pedalaman. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam beberapa kesempatan menyatakan Canberra salah satu rujukan soal pemindahan ibukota.

Etalase Peradaban
Agus menuturkan, ibu kota baru ini diharapkan dapat menjadi etalase peradaban baru manusia Indonesia yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Tata nilai (values), pengetahuan, teknologi dan kelembagaan yang sesuai dengan peradaban baru metropolis tersebut menjadi persyaratan penting yang harus dibangun dan dikembangkan bersamaan dengan pembangunan berbagai sarana dan prasarana serta infrastruktur fisik perkotaan yang ramah lingkungan. “Ibu kota baru Indonesia diharapkan dapat menjadi etalase penerapan pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim,” katanya.

Agus menyatakan, ibu kota baru akan menerapkan konsep forest city yang didukung dengan berbagai bentuk infrastruktur hijau berupa kawasan hutan hujan tropis, kawasan konservasi perairan peisisir dan laut serta ruang terbuka hijau lainnya beserta sumber daya alam hayati yang ada di dalamnya.

“Vegetasi asli hutan hujan tropis menjadi backbone pengembangan Forest City. Vegetasi asli juga digunakan untuk kegiatanpemulihan lahan-lahan yang telah mengalami kerusakan lingkungan akibat kegiatan pertambangan,” katanya.

Agus menuturkan, Ibu kota baru juga akan dirancang untuk memanfaatkan energi baru dan terbarukan yang rendah emisi karbon seperti panel surya, gas atau PLTA.

Gedung yang dibangun pun akan didesain secara hijau dengan menerapkan sistem manajemen untuk menafaatkan air secara berulang serta pencahayaan yang lebih efisien. Sementara untuk pergerakan penduduk, transportasi publik yang rendah emisi karbon akan dioptimalkan. Jalur sepeda dan pedestrian juga akan terintegrasi sehingga mendukung penduduknya untuk meninggalkan penggunaan kendaran bermotor pribadi.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tokoh Muda Papua Kecam Separatis yang Senang Wiranto Ditusuk

Ujaran kebencian yang dilancarkan oleh kelompok separatis dan radikalisme itulah yang membuat Papua semakin panas.

NASIONAL | 11 Oktober 2019

Polisi: Belum Cukup Bukti Tangkap Abu Rara sebagai Teroris

Bisa jadi, Abu Rara tidak mengetahui yang dia tusuk adalah Menko Polhukam Wiranto.

NASIONAL | 11 Oktober 2019

Jimly Khawatirkan Keselamatan Presiden

Jokowi kerap blusukan dan tidak mengambil jarak dengan publik untuk berjabat tangan maupun berswafoto.

NASIONAL | 11 Oktober 2019

Ninoy Sebut Pengurus Masjid Tutupi Penganiayaan atas Perintah Tersangka

Menyoal siapa yang menyuruh Iskandar untuk menyatakan tidak ada penganiayaan, Ninoy tidak mau membeberkannya.

NASIONAL | 11 Oktober 2019

Warga Berhak Atas Informasi Produk Alternatif Kesehatan

FIHRRST telah melakukan penelitian tentang hak atas informasi dan inovasi ilmiah di Indonesia.

NASIONAL | 11 Oktober 2019

Polisi: Abu Rara Sudah Masuk Radar Densus Sebelum Penusukan

Menurut polisi, Abu Rara memang siap melakukan amaliah dengan memanfaatkan momentum yang ada.

NASIONAL | 11 Oktober 2019

Wakil Ketua KPK Sebut Arteria Dahlan Pembohong

Bahkan, Syarif menunjukkan pemberitaan di sejumlah media yang memperkuat kehadiran Arteria dalam peluncuran laporan tahunan KPK.

NASIONAL | 11 Oktober 2019

Pengamat: Penyerangan Terhadap Wiranto Akibat Doktrin Tagut

"Wiranto dianggap sebagai representasi tagut," papar Ridwan Habib.

NASIONAL | 11 Oktober 2019

Masyarakat Cinta Masjid Indonesia Serukan Lawan Radikalisme

Ketua MCMI Wishnu Dewanto berharap insiden yang dialami Wiranto menjadi yang terakhir dialami pejabat negara.

NASIONAL | 11 Oktober 2019

Jokowi: Kondisi Kesehatan Pak Wiranto Semakin Baik

“Artinya, kondisinya sudah semakin baik, kita berdoa bersama agar beliau segera diberikan pemulihan, kesembuhan secepat cepatnya,” kata Presiden Jokowi.

NASIONAL | 11 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS