KPU Bengkulu Ajukan Tambahan 400 TPS untuk Pilgub Desember 2020
INDEX

BISNIS-27 450.793 (0.61)   |   COMPOSITE 5144.05 (1.56)   |   DBX 982.653 (-0.15)   |   I-GRADE 141.194 (0.36)   |   IDX30 430.883 (0.87)   |   IDX80 114.327 (0.12)   |   IDXBUMN20 295.098 (0.63)   |   IDXG30 119.385 (0.08)   |   IDXHIDIV20 382.257 (0.8)   |   IDXQ30 125.574 (0.11)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.14)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-0.04)   |   IDXV30 107.621 (-0.13)   |   INFOBANK15 842.759 (1.76)   |   Investor33 376.322 (0.64)   |   ISSI 151.265 (-0.04)   |   JII 550.5 (-0.55)   |   JII70 187.95 (-0.07)   |   KOMPAS100 1026.39 (0.53)   |   LQ45 794.213 (1.06)   |   MBX 1420.94 (0.53)   |   MNC36 281.737 (0.3)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-0.43)   |   SRI-KEHATI 318.969 (0.58)   |  

KPU Bengkulu Ajukan Tambahan 400 TPS untuk Pilgub Desember 2020

Selasa, 2 Juni 2020 | 14:43 WIB
Oleh : Usmin / LES

Bengkulu, Beritasatu.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bengkulu, mengajukan usulan penambahan sebanyak 400 TPS ke KPU Pusat untuk melaksanakan pemilihan gubernur (Pilgub) pada 9 Desember 2020 mendatang.

"Untuk melaksanakan Pilgub 9 Desember 2020 nanti, kita membutuhkan tambahan 400 TPS, tersebar di 10 kabupaten dan kota di daerah ini. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan Pilgub Bengkulu di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 dapat berjalan baik dan sukses," kata anggota KPU Provinsi Bengkulu, Eko Sugianto, di Bengkulu, Selasa (2/6/2020).

Ia mengatakan, jika Pilgub Bengkulu dilaksanakan dalam keadaan normal dibutuhkan sebanyak 6.165 TPS dengan asumsi satu TPS dengan 800 pemilih, tapi jika Pilgub dilaksanakan ditengah pandemi Covid-19, TPS yang diperlukan sebanyak 6.565 unit dengan jumlah pemilih setiap TPS sebanyak 300 orang.

"Jadi, mau tidak mau penambahan TPS ini harus kita lakukan agar pelaksanaan pencoblosan di TPS dapat menerapkan protokol kesehatan, serta pelaksanaan pencoblosan di TPS tidak berlangsung lama, karena jumlah pemilih hanya 300 orang," ujarnya.

Sebagai konsekuensi dari penambahan jumlah TPS tersebut, biaya Pilgub Bengkulu harus dilakukan penambahan, karena dengan bertambah jumlah TPS, maka petugas KPPS yang akan digaji jumlah bertambah dari sebelumnya.

"Kita berharap Pemprov Bengkulu, bersedia menambah biaya pelaksanaan Pilgub Bengkulu 2020, yang dianggarkan sebelumnya sebanyak Rp 160 miliar. Kita belum bisa menjelaskan berapa perlu tambahan biaya Pilgub karena KPU masih menghitung ulang," ujarnya.

Eko menambahkan, pelaksanaan Pilgub Bengkulu ditengah pandemi Covid-19 membutuhkan biaya besar karena banyak hal yang harus dipersiapkan KPU, seperti alat cuci tangan, hand sanitazer, dan ukuran TPS lebih besar dari pemilu biasanya, karena pemilih harus menerapkan jaga jarak duduk di TPS menunggu giliran mencoblos.

Selain itu, masyarakat yang dilibatkan menjadi anggota KPPS lebih banyak dari Pilkada normal, karena jumlah TPS bertambah sebanyak 400. Hal ini terjadi karena jumlah pemilih di setiap TPS dibatasi maksimal 300 orang.

"Awalnya kita menetapkan jumlah pemilih setiap TPS 800 orang, tapi setelah Pilgub dilaksanakan ditengah pandemi Covid-19 jumlah pemilih di setiap TPS harus dikurang maksimal 300 orang, sehingga waktu pencoblosan berlangsung singkat," ujarnya.

Mantan Ketua KPU Bengkulu Utara ini menambahkan, pihaknya tidak mengambil resiko pilgub dengan TPS sedikit, karena pelaksanaanya ditengah wabah virus corona, serta mengantisipasi agar dalam pilkada tahun 2020, tidak ada korban dipihak penyelenggaran pemilu tingkat KPPS, seperti Pilres lalu.

Karena itu, jumlah pemilih di masing-masing TPS dikurang dari semula 800 menjadi 300 pemilih, sehingga tenaga petugas KPPS tidak terlalu diporsir dalam melaksanakan pemungutan suara di TPS bersangkutan," ujarnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kasus Covid-19 Menurun, RSHS Bandung Buka Kembali Layanan Pasien Umum

Nina menyatakan, pihaknya membuka kembali layanan kesehatan seperti layanan rawat jalan, rawat inap, dan operasi selektif.

NASIONAL | 2 Juni 2020

Jokowi: Penanganan Covid-19 Berdampak pada Peningkatan Defisit APBN

Jokowi menekankan agar perubahan postur APBN dilakukan secara hati-hati, transparan, dan akuntabel.

NASIONAL | 3 Juni 2020

Dampak Pandemi, 1.949 Jamaah Calon Haji Sulteng Batal Menunaikan Ibadah Haji 2020

Pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia dan Arab Saudi dapat mengancam keselamatan jamaah.

NASIONAL | 3 Juni 2020

Program Pemulihan Ekonomi Libatkan KPK

Aktivitas industri padat karya harus menjadi perhatian dalam program pemulihan ekonomi.

NASIONAL | 3 Juni 2020

Dampingi Jokowi, Wapres Bertemu Tokoh Lintas Agama Bahas Covid-19 dan Haji

Covid-19 ini bukan lagi hanya menjadi masalah kesehatan, tetapi juga berdampak ke sektor lain.

NASIONAL | 3 Juni 2020

Poso Panas, Dua Petani Ditembak Mati

Kedua warga malang itu diketahui bernama Syarifuddin (37) dan Firman (18).

NASIONAL | 3 Juni 2020

Jokowi: Program Pemulihan Ekonomi Nasional Harus Bisa Cegah PHK

Tantangan terbesar pemerintah Indonesia adalah menyiapkan program pemulihan ekonomi yang tepat dan segera dieksekusi dengan cepat.

NASIONAL | 3 Juni 2020

679 ABK Kapal Pesiar MV Westerdam Jalani Pemeriksaan Swab

Setiba di Tanah Air, Selasa (2/6/2020), mereka diwajibkan menjalani pemeriksaan swab oleh Tim Kesehatan Gugus Tugas Covid-19.

NASIONAL | 3 Juni 2020

Langgar PSBB, 13 Unit Travel Diamankan Polisi

13 Kendaraan disita petugas gabungan TNI/Polri, Dinas Perhubungan, dan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Depok.

NASIONAL | 3 Juni 2020

Atasi Pandemi, Indonesia Bisa Belajar dari Regionalisasi Jerman

Pertemuan rutin antara kanselir dan pimpinan negara bagian satu kali tiap dua minggu.

NASIONAL | 3 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS