Masuki Normal Baru, Warga Kota Semarang Diingatkan Selalu Pakai Masker
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Masuki Normal Baru, Warga Kota Semarang Diingatkan Selalu Pakai Masker

Senin, 22 Juni 2020 | 14:50 WIB
Oleh : Stefi Thenu / LES

Semarang, Beritasatu.com - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengingatkan warganya, untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, utamanya selalu memakai masker setiap beraktivitas.

"Saya ingatkan untuk selalu pakai masker. Jangan pernah menyepelekan yang namanya pakai masker, jangan sampai merasa masih muda, kuat, lalu di mana-mana nongkrong bersama-sama.Selalu tingkatkan kesadaran dan tidak menyepelekan yang namanya masker," tegas Hendi panggilan Hendrar, Senin (22/6/2020).

Melihat kondisi seperti itu, maka upaya-upaya pemerintah terutama TNI-Polri dan Pemkot Semarang untuk mengingatkan pada masyarakat ini harus terus dilakukan lewat patroli-patroli yang dilakukan di tingkat wilayah kelurahan dan kecamatan.

Hendi menegaskan, kendati memperpanjang pembatasan kegiatan masyarakat (PKM), sejatinya Kota Semarang memasuki masa tatanan normal baru.

Perpanjangan PKM ini, lanjut Hendi juga sebagai payung bagi TNI-Polri, Babinsa dan Babinkamtibmas, Satpol PP dan unsur lainya dalam mengingatkan masyarakat untuk melaksanakan SOP kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

Ada beberapa poin perubahan di dalam PKM jilid 4 ini, antara lain tempat wisata dibuka dengan seizin atau rekomendasi dari Dinas Pariwisata, serta tempat-tempat hiburan yang ada di Kota Semarang.

Kelonggaran selanjutnya adalah pembatasan pada jam operasional usaha yakni tutup sampai pukul 22.00 WIB yang sebelumnya pukul 21.00 WIB pada PKM jilid 3 tapi dengan SOP kesehatan.

"Teman-teman PKL, rumah makan, restoran dan usahanya lainnya boleh buka sampai pukul 22.00 WIB tapi dengan SOP Kesehatan, tidak boleh berkerumun, harus jaga jarak, menyiapkan tempat untuk cuci tangan dan hal-hal yang terkait dengan Covid-19," tambahnya.

Lebih lanjut Hendi menyatakan, kelonggaran lainnya yakni unsur budaya, sosial dan yang lainnya misal dalam PKM sebelumnya, kegiatan pemakaman, nikahan dibatasi maksimal 30 orang.

"Dalam PKM jilid 4 ini, pembatasan terhadap kegiatan pernikahan maksimal dari kapasitas ruang adalah 50% sebanyak-banyaknya 50 orang," tandasnya.

Artinya kalau di masjid kapasitasnya 50 orang maka harus 25 orang, tapi misalnya di masjid atau di gereja yang kapasitasnya 1000 orang boleh dengan maksimal 50 persen.

"Perubahan ketiga hal tersebut kita harapkan secara pelan-pelan untuk bisa membuat masyarakat ini melakukan hal-hal yang terkait dengan pandemi Covid 19 dan tidak usah ragu menjalankan aktivitasnya sepanjang kesehatan itu diberlakukan," tambahnya.

Intinya, meski banyak kelonggaran dalam PKM jilid 4 ini, masyarakat tetap harus melaksanakan SOP kesehatan.

"Sepanjang kita memakai SOP kesehatan dan kita tahu caranya memutus mata rantai Covid-19, Insyaallah kita akan menjadi orang yang tidak terkena virus tersebut," ujarnya.

Disinggung pembatasan di tempat wisata, Hendi mengatakan, untuk pengelola objek wisata harus punya alat untuk membatasi jumlah pengunjung.

"Misalnya Puri Maerokoco, kapasitasnya 1.000 orang, pengelola harus punya alat checker, jadi kalau sudah 500 orang tidak boleh menerima pengunjung lagi, atau Gua Kreo, ramainya sampai 800 orang, maka setelah 400 orang tidak boleh masuk lagi," paparnya.

Hendi juga menuturkan, dalam PKM jilid 4 ini, pihaknya akan terus melakukan rapid dan swab tes massal untuk mendeteksi awal penderita Covid-19.

"Analisis sementara hari ini, penyumbang terbanyak kejadian akhir-akhir ini adalah di tenaga kesehatan, baik Puskesmas maupun tenaga kesehatan yang ada di rumah sakit rujukan selama ini," ujarnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS