Ada Siswa Naik Angkot untuk Uji Coba Sekolah, Ganjar Minta Disdik Evaluasi
INDEX

BISNIS-27 503.6 (2.5)   |   COMPOSITE 5652.76 (48.27)   |   DBX 1032.04 (3.25)   |   I-GRADE 164.451 (1.87)   |   IDX30 490.95 (3.33)   |   IDX80 128.766 (0.95)   |   IDXBUMN20 358.484 (4.17)   |   IDXG30 133.521 (0.92)   |   IDXHIDIV20 437.723 (3.27)   |   IDXQ30 142.408 (1.41)   |   IDXSMC-COM 239.978 (2.77)   |   IDXSMC-LIQ 292.98 (3.3)   |   IDXV30 120.747 (2.08)   |   INFOBANK15 969.323 (8.87)   |   Investor33 424.184 (2.73)   |   ISSI 165.497 (1.49)   |   JII 607.992 (3.57)   |   JII70 207.954 (1.77)   |   KOMPAS100 1151.81 (10.08)   |   LQ45 901.663 (6.22)   |   MBX 1571.94 (14.64)   |   MNC36 316.426 (2.22)   |   PEFINDO25 300.975 (9.54)   |   SMInfra18 283.853 (1.3)   |   SRI-KEHATI 362.321 (2.15)   |  

Ada Siswa Naik Angkot untuk Uji Coba Sekolah, Ganjar Minta Disdik Evaluasi

Jumat, 11 September 2020 | 15:33 WIB
Oleh : Stefy Thenu / LES

Wonosobo, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menemukan ada dua siswa yang mengikuti uji coba sekolah tatap muka, berangkat menggunakan angkutan umum. Padahal, uji coba sekolah tatap muka, hanya diperuntukkan untuk siswa yang berangkat pakai kendaraan sendiri atau diantar orang tua.

"Sudah bagus prosesnya, semua sudah disiapkan dengan matang. Tapi, ada temuan dua siswa yang berangkat dan pulang sekolah naik angkot. Ini kan bahaya, Saya minta Dinas dan Kepala Sekolah langsung melakukan evaluasi," ujar Ganjar,Jumat (11/9/2020).

Dari keterangan dua siswa itu, Ganjar mengatakan mereka berangkat dan pulang sekolah naik angkutan umum. Mereka bahkan harus berganti-ganti angkutan, karena jarak dari rumah ke sekolah cukup jauh.

"Katanya harus naik dua kali. Makanya saya minta, mungkin dicarikan cara lain atau daring saja. Ini contoh yang mudah-mudahan bisa dilakukan semuanya," ungkapnya.

Dari hasil sidaknya ke sejumlah sekolah di Temanggung dan Wonosobo yang melakukan uji coba belajar tatap muka, Ganjar mengatakan semuanya berjalan lancar. Meski demikian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng harus selalu memantau setiap hari, dan melakukan evaluasi secara kumulatif setiap minggu.

"Kita memang sedang mencari metode yang paling baik, agar ini semua berjalan aman. Kalau nggak, ya kita tutup lagi," tegasnya.

Parameter keberhasilan uji coba sekolah tatap muka ini lanjut Ganjar cukup simpel. Semua proses berjalan baik, tidak ada yang tertular covid-19 selama uji coba berlangsung dan semua standar protokol kesehatan bisa dilaksanakan dengan baik.

"Kalau itu bisa, oke kita lanjut. Tapi kalau tidak bisa, ada yang dilanggar, maka kita batalkan," tegasnya.

Menurut Ganjar, proses uji coba belajar tatap muka akan dilaksanakan selama dua minggu. Nantinya, hasil uji coba itu akan menjadi patokan, apakah dilanjutkan, ditambah jumlahnya atau diambil keputusan lain.

Apabila berhasil, Ganjar juga akan tetap hati-hati memilih daerah yang dapat dilakukan uji coba. Menurutnya, zona merah jelas tidak boleh diselenggarakan sekolah tatap muka.

"Kalau zonanya sudah kuning menuju putih bahkan hijau, baru boleh. Yang masih merah dan orange enggak lah. Kita hati-hati betul soal ini," tandasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pilkada 2020, Polda Sumut Petakan Daerah Rawan Konflik

Polda Sumut juga menyiapkan pasukan cadangan mengantisipasi terjadinya konflik selama penyelenggaraan pilkada 2020.

NASIONAL | 11 September 2020

18 orang Terpapar Covid-19 dari Klaster Rumah Makan di Semarang

Mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19 langsung diisolasi di rumah dinas wali kota Semarang.

NASIONAL | 11 September 2020

Pemerintah Tetapkan Libur Nasional dan Cuti Bersama 2021 Sebanyak 23 Hari

Total libur nasional dan cuti bersama di 2021 menjadi 23 hari.

NASIONAL | 11 September 2020

Polri Siap Kawal Operasi Pendisplinan Protokol Covid-19

Polri bersama TNI, Satpol PP, kejaksaan serta hakim akan turun mengawal operasi pendisiplinan protokol kesehatan Covid-19.

NASIONAL | 11 September 2020

Senin Depan, Calon Guru Penggerak Ikuti Seleksi Wawancara

Seleksi wawancara calon guru penggerak akan dilaksanakan pada 14 September hingga 26 September mendatang.

NASIONAL | 11 September 2020

KPK Nilai Bareskrim Belum Ungkap Tujuan Djoko Tjandra Suap Napoleon Bonaparte

KPK menilai Bareskrim belum mengungkap lebih jauh mengenai motif Djoko Tjandra menyuap Napoleon Bonaparte selaku Kadiv Hubinter.

NASIONAL | 11 September 2020

Hoax Herbal Covid-19, Polisi Minta Hadi Pranoto Kooperatif

Kepolisian meminta agar Hadi Pranoto kooperatif penuhi panggilan dan menjalani pemeriksaan sebagai terlapor kasus hoax herbal Covid-19.

NASIONAL | 11 September 2020

KPK Yakin Skandal Djoko Tjandra di Kejagung dan Bareskrim Saling Terkait

KPK tidak ingin melihat perkara itu berdiri sendiri-sendiri, seolah-olah penyuapan di kepolisian tidak terkait dengan suap di Kejagung.

NASIONAL | 11 September 2020

Jokowi: Saatnya Kita Perkenalkan Standar Normal Baru

Presiden Jokowi menyatakan bahwa sudah saatnya memperkenalkan standar normalitas baru kepada masyarakat.

NASIONAL | 11 September 2020

Kunjungi Ganjar, Rachmat Gobel Minta Masukan Omnibus Law

akil DPR RI Rachmat Gobel dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bertemu dan membahas investasi industri kecil dan menengah dan omnibus law.

NASIONAL | 11 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS