Libur Panjang, Wisatawan ke Jabar Bakal Hadapi Pemeriksaan Covid-19

Libur Panjang, Wisatawan ke Jabar Bakal Hadapi Pemeriksaan Covid-19

Senin, 26 Oktober 2020 | 19:39 WIB
Oleh : Adi Marsiela / LES

Bandung, Beritasatu.com - Masyarakat yang melakukan kunjungan wisata saat libur panjang pekan ini ke wilayah Jawa Barat (Jabar) harus bersiap mengikuti pemeriksaan Covid-19 secara random. Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan, pemeriksaan secara acak itu akan dilakukan bersama dengan kawalan petugas kepolisian.

“Jangan kaget lagi mudik atau di perjalanan pariwisata diberhentikan dengan baik dan sopan oleh tim satuan tugas untuk di-random sampling,” kata Ridwan usai menggelar rapat mingguan terkait koordinasi penanganan Covid-19 di Bandung, Senin (26/10/2020).

Pemeriksaan itu, sambung dia, ada yang menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR) serta pemeriksaan cepat.

Upaya pemeriksaan pada lokasi wisata atau di tengah rute perjalanan saat libur panjang, ungkap Ridwan, guna mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus seperti pascalibur Iduladha 2020 lalu. Saat itu, lonjakan kasus baru terdeteksi dua pekan selepas libur panjang akhir pekan.

Pemeriksaan secara acak itu juga bakal diberlakukan pada tempat-tempat hiburan malam yang saat ini sudah diperkenankan beroperasi. Pemeriksaan di tempat pariwisata luar ruang pada siang hari, sementara pada malam hari pada kawasan kafé, bar, serta tempat hiburan malam.

“Mereka yang menyelenggarakan (kegiatan) ekonomi hiburan malam, tolong perhatikan kapasitas (pembatasan maksimum), jarak meja makan, sirkulasi udara. Jangan sampai ditemukan (ketidaksesuaian protokol kesehatan) sehingga harus terjadi penutupan,” tegas Ridwan.

Memasuki pekan terakhir bulan Oktober 2020, pengendalian Covid-19 di Jabar memperlihatkan adanya penurunan angka reproduksi Covid yang semula di atas 1 menjadi 0,98. “Penggunaan rumah sakit juga sudah menurun di angka 56%,” kata Ridwan membandingkan dengan angka pekan sebelumnya yang mencapai okupansi 60% dari total kapasitas.

Dalam rapat koordinasi itu, Ridwan juga mengungkapkan, positivity rate Covid-19 di provinsinya mencapai 17%. Angka ini menggambarkan prosentase orang yang terpapar Covid-19 dari 100% pengetesan menggunakan metode PCR.

“Idealnya harus di angka 5%,” terang Ridwan sembari menambahkan Kota Depok masih jadi satu-satu kota dengan risiko penyebaran tinggi atau zona merah di Jawa Barat.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jabar Kekurangan Tempat Penyimpanan Vaksin dan Tenaga Kesehatan

Dinas Kesehatan mendata total alat pendingin untuk vaksin di wilayah Bogor-Depok-Bekasi sebanyak 354 unit. 51 alat pendingin dalam kondisi rusak.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

Gubernur Sumsel Dorong Penerapan Aspal Karet Lateks

Walaupun harganya mahal, tapi umur jalannya dua kali lipat lebih awet.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

Ada yang Belum Terima Kuota Tahap Satu, Kemdikbud: Data Kurang Akurat

Dengan begitu, jatah subsidi kuota pun dikembalikan ke satuan pendidikan.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

Sekolah di 19 Provinsi Belum Dapat Subsidi Kuota Bulan Lalu

Padahal, guru dan orang tua siswa sangat mengharapkan bantuan ini untuk mengurangi beban belajar selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) berlangsung.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

Pengamat: Pembangunan “Jurassic Park” di TN Komodo Harus Dihentikan

Kerusakan yang terjadi dan mengganggu habitat komodo bisa menjadi isu internasional yang berpotensi mencoreng nama Indonesia.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

KLHK: Pembangunan Taman Nasional Komodo Tak Mengganggu Habitat Komodo

Selain itu pembangunan dilakukan di lokasi lama yang pernah terbangun dan bukan di lokasi baru.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

Generasi Muda Harus Ikut Cegah Paham Radikal

Fungsi literasi digital menjadi penting, karena generasi milenial hampir semuanya menggunakan media sosial.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

Kempupera Gandeng PWI Gelar Konsolidasi Regional

Komunikasi menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan pembangunan infrastruktur.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

KPK Tunjuk Yuyuk Andriati sebagai Plh Kabiro Humas

Yuyuk untuk sementara menjabat Kabiro Humas hingga terpilih pejabat definitif.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

Kuasa Hukum Heru Hidayat Nilai Putusan Hakim Tidak Berdasarkan Fakta Persidangan

Penasihat hukum menyatakan bahwa Majelis Hakim tidak sepenuhnya memahami mengenai mekanisme pasar modal.

NASIONAL | 26 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS