Indonesia Bisa Kalahkan Covid-19

Suara Pembaruan Kamis, 25 Juni 2020 | 08:00 WIB

Sebagai bangsa yang besar, Indonesia bisa mengalahkan pandemi Covid-19. Meski vaksinnya diperkirakan baru ada pada tahun depan, namun penyakit mematikan itu bisa dienyahkan dari Bumi Pertiwi. Syaratnya adalah gotong royong atau kebersamaan seluruh elemen masyarakat.

Pemerintah bersama aparaturnya, termasuk jajaran prajurit TNI dan Polri, tentu akan terus berusaha sekuat tenaga untuk bisa meredam penyebaran Covid-19. Namun, semua itu tidak akan ada artinya jika tanpa peran serta masyarakat, terutama untuk tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin di setiap aktivitas.

Hal ini yang terus diingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), termasuk setelah pertemuan dengan tim pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (24/6). Seusai pertemuan itu, Presiden mengingatkan bahwa ancaman Covid-19 belum berakhir. Meski mayoritas daerah sudah ada perbaikan, namun di sejumlah daerah lainnya kasus baru Covid-19 masih tergolong tinggi.

Meski demikian, Kepala Negara optimistis bahwa penyakit mematikan itu bisa dikalahkan oleh bangsa sebesar Indonesia. Kuncinya ada pada gotong royong, kekompakan, serta solidaritas seluruh lapisan masyarakat. Untuk itu, Jokowi tidak bosan-bosan mengajak masyarakat untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, sering mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak fisik, dan menghindari kerumunan. Presiden juga meminta masyarakat untuk saling mengingatkan agar protokol kesehatan ini benar-benar dijalankan dengan baik dan menjadi kebiasaan baru dalam beraktivitas.

Pemerintah juga membangun sebuah sistem informasi yang terintegrasi dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19. Sistem yang dinamakan Bersatu Lawan Covid-19 (BLC) itu dapat menentukan zonasi tingkat penularan selama masa pandemi. Sistem ini menjadi navigasi dalam memahami perkembangan Covid-19 yang sangat dinamis setiap saat. Dengan BLC, pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memiliki data-data yang akurat, yang sangat penting sebagai dasar pengambilan kebijakan untuk penanganan Covid-19.

Presiden Jokowi juga memberikan apresiasi kepada kepala daerah yang berhasil menekan angka kasus positif dan kematian akibat Covid-19 di daerah masing-masing. Saat ini, menurut data Gugus Tugas, sebanyak 60% daerah di Indonesia berstatus zona hijau atau dalam kondisi risiko rendah pandemi Covid-19. Artinya, daerah tersebut sudah bisa mengaktifkan kembali beberapa kegiatan dan usaha yang aman.

Kita tentu saja yakin bahwa pemerintah telah dan akan mengerahkan segala daya upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 secara massif. Koordinasi dan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah serta antarpemerintah daerah juga semakin baik.

Seluruh kementerian dan lembaga negara juga dilibatkan untuk menangani Covid-19. Badan Intelijen Negara (BIN), misalnya, bersama Universitas Airlangga (Unair) ikut mencari vaksin Covid-19. Sebanyak 68 rumah sakit miliki TNI Angkatan Darat juga segera dilengkapi dengan laboratorium yang memiliki alat tes dengan metode polymerase chain reaction (PCR) untuk membantu deteksi pasien terpapar Covid-19. Masing-masing RS mampu memeriksa 10.000 spesimen per hari, termasuk dari kalangan masyarakat umum.

Namun, semua kerja keras pemerintah itu tentu tidak akan ada artinya kalau masyarakat tetap tidak peduli dan abai terhadap penerapan protokol kesehatan. Apalagi, belakangan ini, ketika pemerintah daerah menerapkan kebijakan pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB), mulai banyak masyarakat yang tidak menjalankan protokol kesehatan itu. Banyak warga yang kembali tidak memakai masker, berkerumun, dan tidak menjaga jarak.

Kita tentu tidak ingin terjadi lagi lonjakan kasus baru Covid-19 di Tanah Air. Kita telah merasakan sulitnya hidup ketika seluruh aktivitas dibatasi, terutama kegiatan usaha. Upaya pemulihan ekonomi pun akan semakin lama. Kita tentu yakin dan optimistis bahwa Covid-19 ini bisa dikalahkan, apalagi bangsa Indonesia memiliki modal sosial yang sangat besar, yakni kebersamaan dan gotong royong. Modal ini yang harus kita manfaatkan untuk melenyapkan Covid-19 dari Bumi Pertiwi.