Tenis Grand Slam Wimbledon

Kalah, Johanna Konta Perang dengan Wartawan Inggris

Kalah, Johanna Konta Perang dengan Wartawan Inggris
Petenis asal Inggris, Johanna Konta ( Foto: AFP Photo / Don Emmert )
Alexander Madji / AMA Rabu, 10 Juli 2019 | 11:59 WIB

London, Beritasatu.com - Langkah petenis tuan rumah Inggris, Johanna Konta terhenti di babak perempat final turnamen tenis Grand Slam Wimbledon setelah kalah dua set langsung dari petenis non unggulan dari Republik Cek, Barbora Strycova, Selasa (9/7/2019).

Seusai pertandingan, ia terlibat perang kata-ata dengan wartawan Inggris yang mempertanyakan penampilannya pada laga tersebut. Ia sempat unggul 4-1 pada set pertama, tetapi pada akhirnya menelan kekalahan 7-6. Di set kedua, Konta dibantai lebih telak lagi oleh petenis 33 tahun dan masih berada di peringkat 54 dunia itu dengan skor 6-1.

Ia marah karena wartawan langsung melontarkan pernyataan keras. “Lihatlah sedikit ke diri Anda sendiri bagaimana Anda memenangi pertandingan pada poin-poin kritis,” sergah wartawan sebagaimana dikutip dari ESPNFC.com. Mendapat pernyataan seperti itu, Konta langsung bertanya balik, “Apakah penyataan Anda itu berasal dari seorang pemain tenis profesional?”

Perang Konta dengan wartawan belum berhenti di situ. Wartawan masih menyerang ladi dengan pernyataan, “Bila Anda ingin menjuarai turnamen Grand Slam, Anda harus belajar banyak dari pertandingan-pertandingan seperti ini.”

Konta memotong pertanyaan itu, “Tolong jangan mengajari saya. Dari cara Anda bertanya, Anda tidak memperlihatkan rasa hormat dan Anda mengajari saya. Saya seorang petarung profesional dan sudah melakukan yang terbaik hari ini.”

Wartawan Inggris rupanya marah dengan Konta karena ia diharapkan menjadi petenis putri pertama yang bisa menjadi juara di kandang sendiri sejak Virgina Wade melakukannya pada 1977. Di sektor putra, petenis Inggris Raya Andy Murray sudah berhasil menjadi juara Grand Slam Wimbledon setelah rakyat Inggris menunggu selama 77 tahun beberapa tahun lalu.

Kemarahan lain wartawan Inggris terjadi karena capaian Konta tahun ini lebih buruk dari tahun-tahun sebelumnya. Pada 2017, ia bisa lolos hingga semifinal. Meski demikian, Konta mengaku hal ini sama sekali tidak membuatnya tertekan.

“Di atas lapangan, saya menghadapi lawan yang tidak gampang. Ia memiliki segalanya untuk menentukan bagaimana pertandingan ini berjalan. Jadi, saya tidak butuh Anda menyerang saya dengan kata-kata kasar seperti itu. Saya sangat terbuka kepada wartawan dan ingin menjawab setiap pertanyaan Anda. Kalaupun Anda tidak sepakat dengan jawaban saya, itu sah-sah saja. Saya sendiri masih percaya pada tenis yang akan saya mainkan. Saya juga masih percaya pada cara saya bersaing dengan para pemain lain,” pungkasnya.



Sumber: Suara Pembaruan