Ketum PP Pelti: Pukulan Priska Hebat dan "Membunuh"

Ketum PP Pelti: Pukulan Priska Hebat dan
Priska Madelyn Nugroho ( Foto: istimewa )
Hendro D Situmorang / JAS Jumat, 12 Juli 2019 | 14:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Petenis tunggal putri Indonesia, Priska Madelyn Nugroho memang belum berhasil menembus semifinal Grand Slam Wimbledon Junior 2019. Pada laga perempat final di Lapangan All England Club, London, Inggris, Kamis (11/7/2019) ia takluk dari petenis asal Amerika Serikat, Alexa Noel, lewat pertandingan dua set langsung, 7-6 dan 6-2.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti), Rildo Ananda Anwar menyatakan Priska hebat karena mampu mengharumkan nama Indonesia di Wimbledon junior 2019 meski hanya sampai di perempat final. \

Keberhasilan Priska menembus babak perempat final bisa dikatakan cukup mengejutkan. Sebab, ini merupakan kali pertama dirinya tampil di pentas Wimbledon untuk kategori junior tunggal putri. Sebelumnya, dia tampil di Australia Terbuka Junior hingga babak ketiga.

"Priska Madelyn bisa dibilang menorehkan prestasi bagus di keikutsertaannya yang pertama dalam pentas Grand Slam Wimbledon. Dari awal kami pantau Priska sejak ikut kejuaraan internasional di Team Fed Cup Junior. Dari cara bermain dan semangatnya dia miliki pukulan yang membunuh. Dia agresif menyerang lawan," kata Rildo ketika dihubungi Suara Pembaruan, Jumat (12/7/2019).

PP Pelti berharap Priska bisa terus melanjutkan kejutannya di ajang Grand Slam junior hingga juara. Kemajuannya cukup pesat dan selalu dievaluasi serta akan masuk squad SEA Games 2019 di Filipina. Ia juga mengharapkan atlet-atlet junior Indonesia yang memiliki ambisi kuat bisa mengikuti jejak Priska.

"Semoga prestasi Priska bisa ditularkan kepada pemain lain. Ini memberikan contoh dan menjadi motivasi kepada pemain-pemain muda lainnya bahwa kita bisa bicara di Wimbledon. Kalau Priska bisa kenapa yang lain tidak bisa," ungkap dia.

Keterlibatan Priska di Wimbledon juga tak lepas dengan bergabungnya dia dengan "Grand Slam Development Fund Team" sebuah tim asuhan Federasi Tenis Internasional (ITF) yang mengajak petenis dari seluruh dunia untuk ikut berkompetesi di ajang Grand Slam. Ia menjadi satu-satunya wakil setelah Christopher Rungkat terdepak pada putaran kedua Wimbledon.

Senada dengan itu Ayahanda Priska, Albert Nugroho mengatakan sebagai orangtua bersyukur dan bangga dengan pencapaian anaknya di perempat final Wimbledon Junior 2019 yang sudah melebihi target. Ia berharap pencapaian ini dapat memberikan motivasi yang tinggi untuk mengikuti Grand Slam Junior AS Terbuka 2019.

"Sebagai orangtua kami selalu mendukung karier tenis Priska dan semoga apa yang dicapai pada saat junior dapat berlanjut sampai dengan tingkat profesional," tutur Albert.

"Kami juga sudah diberitahu bahwa Priska menjadi salah satu pemain dalam tim SEA Games 2019 Filipina mendatang. Saya rasa pengalaman yang bagus untuk Priska berada di tim ini yang terdiri dari pemain senior dan junior, apalagi selama ini Priska bermain di Team Fed Cup Junior," papar Albert.



Sumber: Suara Pembaruan