Tennis Open 2019 Jadi Uji Coba SEA Games 2019

Tennis Open 2019 Jadi Uji Coba SEA Games 2019
Atlet tenis Indonesia bersama jajaran Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) dan sponsor pada pembukaan Turnamen Combhipar Tennis Open 2019 yang digelar di Lapangan Hotel Sultan, Senayan Jakarta. ( Foto: Suara Pembaruan/Hendro Situmorang )
Hendro D Situmorang / CAH Senin, 5 Agustus 2019 | 19:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Turnamen Combhipar Tennis Open 2019 yang digelar di Lapangan Hotel Sultan, Senayan Jakarta, 5-25 Agustus ini menjadi uji coba bagi petenis Indonesia sebelum tampil di SEA Games 2019 pada November mendatang.

Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti), Rildo Ananda Anwar mengatakan ajang ini menjadi salah satu kalender Internasional Tennis Federation (ITF) yang diikuti oleh 56 petenis dari 20 negara. Para petenis Indonesia yang dipersiapkan untuk SEA Games 2019, M. Rifqi Fitriani, Justin Barki, dan Anthony Susanto bakal turut serta di ajang yang berhadiah total sebesar 45 ribu dolar AS tersebut. Mereka pun mempersiapkan diri jelang multi event terbesar di Asia Tenggara itu.

"Tentu target kita adalah juara dan ini menjadi kesempatan yang besar bagi petenis Indonesia mendapatkan pengalaman yang bagus sebelum SEA Games 2019. Petenis yang hadir dari luar juga bagus-bagus dan menjadi pengalaman yang baik bagi petenis Indonesia dengan bertanding dengan mereka. Yang bisa mengikuti ini yang ada rangking juga, ketiga petenis ini disiapkan untuk SEA Games. Tapi kita tetap akan melakukan evaluasi siapa saja pemain yang akan kita ajukan untuk bertanding di SEA Games nanti," kata Rildo di Senayan Jakarta, Senin (5/8/2019).

Direktur Turnamen Combhipar Tennis Open 2019, Susan Soebakti menyatakan turnamen ini kembali terselenggara untuk keempat kalinya. Petenis yang berperingkat tinggi dari berbagai negara bakal bersaing dengan atlet muda Indonesia.

Diakui jika pada penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya Tennis Open menggunakan F1, F2, F3 sebagai penyebutan seri turnamen, mengadopsi pola pertandingan ITF, penyebutan seri turnamen berganti menjadi M15. Dimana turnamen terbuka untuk kategori pria dengan minimum usia 14 tahun.

Ajang ini juga menjadi kesempatan untuk mendulang poin dimana 10 poin bagi para finalis, 6 poin untuk semifinalis, 2 poin untuk petenis yang terhenti di putaran perempat final, dan 2 poin bagi petenis yang terhenti di babak kedua.

President Director Combiphar, Michael Wanandi mengaku senang bisa kembali menyelenggarakan turnamen ini. Pasalnya, ajang itu sekaligus membantu para petenis muda mendapatkan jam terbang di ajang internasional. Bukan hanya itu, pihaknya juga membantu PP Pelti yang sedang mempersiapkan diri untuk SEA Games, dan Olimpiade Tokyo 2020.

"Kita berharap ada petenis Merah Putih minimal bisa mengirim dua petenis yang lolos ke pesta olahraga terbesar dunia yakni Olimpiade 2020," tutupnya.



Sumber: Suara Pembaruan