Tennis Open 2019

David Bidik Nomor Tunggal Usai ke Perempat Final di Ganda

David Bidik Nomor Tunggal Usai ke Perempat Final di Ganda
Pasangan ganda putra petenis Indonesia, David Agung Susanto (28 tahun) bersama Jonathan Gray (Inggris Raya) ( Foto: Suara Pembaruan/Hendro Situmorang )
Hendro D Situmorang / CAH Selasa, 6 Agustus 2019 | 21:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Petenis andalan Indonesia, David Agung Susanto (28 tahun) melangkah ke perempat final ganda pekan pertama Combiphar Tennis Open 2019. Berduet dengan Jonathan Gray (Inggris Raya), David menyingkirkan pasangan gado-gado Amerika Serikat dan Australia, Bill Duo/Stefan Vujic di babak pertama turnamen berlabel ITF World Tennis Tour ini, Selasa (6/8/2019). David/Gray menang melalui laga super tie break yang berlangsung di lapangan tenis The Sultan Hotel & Residence, Senayan Jakarta 6-3 5-7 [11-9].

“Seharusnya kami bisa menang straight set karena memiliki kesempatan unggul di akhir set kedua. Namun menjalani pertandingan pembuka seperti ini memang selalu tidak mudah,” tutur David usai laga berdurasi satu jam 24 menit itu.

Di babak delapan besar, David/Gray akan menghadapi pemenang partai antara Phuong Van Nguyen (Vietnam)/Thantub Suksumrarn (Thailand) dengan unggulan ketiga, Luca Castelnuovo (Swiss)/Rhett Purcell (Selandia Baru) yang baru digelar Rabu (7/8).

Pada nomor tunggal, David yang dipersiapkan sebagai andalan tim Merah Putih di ajang SEA Games Manila 2019 ini bakal menghadapi petenis yang lolos dari babak kualifikasi, Lucas Vuradin (Australia). Uniknya, calon lawannya itulah yang menghentikan laju sang adik, Anthony Susanto untuk mendapat tempat di babak utama tunggal kejuaraan berhadiah total 15.000 dollar AS atau sekitar Rp 210 juta per pekan ini.

“Sekarang saatnya membalas kekalahan itu, tapi memang harus bermain solid dari awal untuk lolos ke babak kedua tunggal Tennis Open ini,” lanjutnya.

Selain David, Justin Barki pun akan melakoni partai pembuka nomor tunggal di kejuaraan yang disponsori oleh Combihar, perusahaan consumer-healthcare terkemuka Indonesia ini. Penerima fasilitas wild card ini bakal menghadapi pasangan ganda David, Jonathan Gray.

“Saya akan berjuang memaksimalkan peluang untuk memenangi babak pertama tunggal. Namun memang perlu lebih banyak beradaptasi kembali dengan suasana turnamen professional pertama sejak saya kuliah setahun lalu,” tutur Justin, mahasiswa Universitas Princenton (AS) ini.

Sayangnya, Justin terhenti di putaran perdana nomor ganda. Berduet dengan wakil Afrika Selatan, Ruan Roloefse, pasangan seeded teratas itu harus mengakui ketangguhan ganda dari India, Aryan Goveas/Karunuday Singh 2-6 6-4 [11-9]



Sumber: Suara Pembaruan