Petenis Priska Bidik 10 Besar ITF Junior

Petenis Priska Bidik 10 Besar ITF Junior
Petenis muda Indonesia, Priska Madelyn Nugroho. ( Foto: Beritasatu Photo / Hendro Situmorang )
Hendro D Situmorang / WBP Minggu, 2 Februari 2020 | 07:17 WIB

Tangerang, Beritasatu.com - Petenis muda Indonesia, Priska Madelyn Nugroho membidik masuk 10 besar International Tennis Federation (ITF) World Tennis Tour Junior pada 2020 ini. Bersama pasangannya, Alexandra Eala dari Filipina, ia menjuarai ganda putri Grand Slam Australia Terbuka Junior pada Jumat (31/1/2020) kemarin.

"Keberhasilan saya menjuarai nomor ganda putri Australian Open Junior 2020 akan membuat peringkat terdongkrak. Saat ini ada di posisi 27 dan kemungkinan meningkat menjadi 20 dalam daftar petenis di ITF Junior. Namun kenaikan peringkat ini masih menunggu pengumuman resmi dari ITF karena akan ada yang naik dan turun," kata Priska Madelyn Nugroho di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Sabtu (1/2/2020) malam.

Petenis 16 tahun yang disambut Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) dan keluarganya saat tiba di Tanah Air ini mengaku bangga bisa bawa nama Indonesia di grand slam. Untuk itu dia bakal tetap fokus dan berusaha memperbaiki dan tidak cepat berpuas diri. Namun Priska masih penasaran ingin menjuara di nomor tunggal. Di nomor perorangan, Priska terhenti di putaran tiga Australia Open Junior 2020.

"Sebenarnya sebelum ini saya selalu bagus di single. Saat tanding di Wimbledon dan US Open bisa sampai perempat final. Tapi pada Australia Open hanya putaran tiga dan memang di bawah ekspetasi, sehingga masih banyak yang perlu diperbaiki," ungkap Priska Madelyn Nugroho.

Menurutnya, ia belum ingin fokus ke nomor tunggal atau ganda karena pada tingkat junior itu memang single dan double dikombinasi. Untuk itu keduanya akan dicoba dahulu, bahkan jika nanti dirinya naik kelas ke level senior.

Saat ini Priska Madelyn Nugroho tengah transisi dari tingkat junior ke senior. Makanya saat masuk dalam tim pelatnas tenis SEA Games 2019, Priska beruntung bisa mendapat banyak pelajaran khususnya di nomor double.

Ayah Priska, Albertus Nugroho, mengatakan putrinya akan tampil pada sejumlah turnamen di luar negeri. Namun sayangnya kejuaraan Fed Cup 2020 di Tiongkok batal digelar karena adanya wabah virus korona dan dipindahkan ke Kazakhstan. Namun ternyata dibatalkan juga karena alasan tertentu.

"Tapi Priska akan tetap main di Fed Cup 2020. Ditunggu saja. Setelah itu main di turnamen 15.000 dan 25.000. Ia rencananya akan main di Mesir akhir Maret dan pertengahan April di Turki. Setelah itu kemungkinan akan turun di grand slam Wimbledon dan US Open. Setelah itu baru akan mengambil turnamen tingkat pro," kata Albertus Nugroho.

Wakil Ketua Umum PP Pelti, Sutikno Muliadi mengatakan akan membantu Priska menaikkan peringkat dunianya dengan mendaftarkan ke berbagai turnamen kejuaraan internasional, karena seorang petenis harus mendapat rekomendasi dan didaftarkan oleh asosiasi tenis di negaranya masing-masing.

"Tentu proses ini tak mudah karena Priska akan berjuang melewati berbagai partai laga yang cukup ketat. Tapi kita bisa menarik banyak pelajaran teknis dan non teknis. Priska kita perjuangkan, bahkan menyiapkannya masuk dan lolos ke Olimpiade 2024 mendatang. Pemerintah dalam hal ini Kempora juga mendukung persiapkan atlet muda sebagai generasi penerus khususnya di tenis Indonesia ini," tutup Sutikno Muliadi.



Sumber: Suara Pembaruan