Panpel Prancis Terbuka Tidak Pertimbangkan Pembatalan karena Virus Corona

Panpel Prancis Terbuka Tidak Pertimbangkan Pembatalan karena Virus Corona
Petenis Spanyol, Rafael Nadal, mengangkat trofi setelah menjuarai nomor tunggal putra Prancis Terbuka 2019 di Paris, Minggu, 9 Juni 2019. ( Foto: AFP PHOTO )
/ JAS Sabtu, 7 Maret 2020 | 05:35 WIB

Paris, Beritasatu.com - Panitia penyelenggara (Panpel) Prancis Terbuka tidak mempertimbangkan untuk membatalkan kejuaraan tenis tersebut akibat merabaknya virus corona atau Covid-19. Panpel event bernama resmi French Open itu memang "mempelajari skenario-skenario yang sulit" namun tidak mempertimbangkan "penundaan atau pembatalan" turnamen Grand Slam tersebut.

Edisi Prancis Terbuka 2020 dijadwalkan akan dimainkan di Roland Garros pada 24 Mei sampai 7 Juni. Kejuaraan ini dikhawatirkan bakal dibatalkan karena merebaknya virus corona atau Covid-19. 

Otoritas-otoritas Prancis telah memutuskan untuk membatalkan ajang-ajang di tempat sempit yang melibatkan lebih dari 5.000 orang, namun turnamen tenis lapangan tanah liat tersebut tidak terdampak keputusan tersebut.

"Kami berada di situs seluas 13 hektare, yang akan membuat arus para penonton untuk diatur sangat berbeda dari stadion-stadion sepak bola," kata Direktur Jenderal Federasi Tenis Prancis (FFT) Jean-Francois Vilotte.

Distribusi "gel dan masker" serta "pembatalan tiket untuk para pemegang tiket dari area-area yang terdampak" sedang dipertimbangkan, sebagai langkah-langkah yang dapat diambil untuk "meminimalisasi risiko penularan."

Vilotte juga mengonfirmasi bahwa atap Lapangan Philippe Chatrier yang baru tidak akan membuat tempat itu menjadi "ruang sempit."

"Bahkan dengan atap yang tertutup, Lapangan Philippe Chatrier adalah lapangan luar ruang (outdoor). (Lapangan) itu tertutup, namun masih ada ruang antara tribune penonton dan atap yang tidak akan membuatnya menjadi sempit" ucapnya.

Menurut laporan-laporan resmi terkini pada Jumat, sembilan orang telah meninggal dunia akibat virus corona di Prancis. Sedangkan sebanyak 577 orang telah terinfeksi.

Pada tahun lalu, Roland Garros mencatatkan rekor jumlah penonton yakni 520.000 orang selama dua pekan.

 



Sumber: ANTARA/AFP