Covid-19 Ancam Australia Terbuka 2021 Batal Digelar

Covid-19 Ancam Australia Terbuka 2021 Batal Digelar
Rafael Nadal memberikan aplaus kepada penonton usai mengundurkan diri jelang set kelima melawan Marin Cilic di babak perempat final Australia Terbuka 2018, Selasa, 23 Januari 2018. ( Foto: AFP PHOTO / WILLIAM WEST )
/ CAH Rabu, 6 Mei 2020 | 21:00 WIB

Melbourne, Beritasatu.com - Turnamen Australian Terbuka 2021 terancam dibatalkan atau digelar tanpa penonton umum karena pandemi virus corona (Covid-19). Seperti diketahui, musim tenis sudah ditangguhkan sejak awal Maret 2020 akibat penyebaran wabah Covid-19 yang kian meluas hingga menewaskan lebih dari 256.000 orang di seluruh dunia.

Australian Terbuka dijadwalkan pada 18-31 Januari 2021. Sementara itu, Prancis Terbuka dijadwal ulang dari Mei 2020 menjadi September 2020. Penyelenggaraan AS Terbuka sampai saat ini belum ada kepastian. Namun, nasib berbeda dialami kejuaraan Wimbledon yang harus dibatalkan.

Ketua asosiasi tenis Australia Craig Tiley memperkirakan pandemi virus corona masih akan melanda Australia hingga 2021 mendatang, sehingga beresiko bagi perhelatan Australian Terbuka.

“Skenario terburuk adalah membatalkan Australian Terbuka. Namun solusi terbaik saat ini mungkin tetap menyelenggarakan turnamen tersebut secara terbatas, artinya hanya boleh ditonton oleh warga Australia saja,” kata Tiley, Rabu (6/5/2020).

Di Australia, tercatat kurang dari 7.000 orang terinfeksi virus corona. Kurang dari 1.000 orang kini masih dalam perawatan, sedangkan 96 orang lainnya meninggal dunia. Rencananya, mulai Jumat (8/5/2020) pemerintah Australia akan melonggarkan aturan pembatasan sosial.

Sementara itu, penyelenggara tur tenis putra (ATP) dan tenis putri (WTA) telah menangguhkan seluruh turnamen hingga pertengahan Juli 2020. Tiley pun memperkirakan musim tenis tidak akan berlanjut hingga akhir tahun ini akibat pandemi COVID-19.

“Kami sudah memperhitungkan beberapa kemungkinan, diantaranya mengenai waktu penyelenggaraan Australian Open, siapa saja yang akan terdampak dan seperti apa dampaknya. Kami lakukan ini untuk seluruh staf kami, rekan dan juga sponsor kami. Kami berharap seluruh pihak bisa memahami dan mengambil tindakan,” ungkap Tiley.



Sumber: ANTARA