Akibat Skandal Khashoggi, Saudi Diboikot

Akibat Skandal Khashoggi, Saudi Diboikot
Raja Arab Saudi Salman Salman bin Abdulaziz (tengah) dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (kanan) bercengkrama dengan dua bocah di belakang logo "Qiddiya", sebuah kota hiburan seluas 334 km persegi, dalam acara groundbreaking proyek tersebut, 28 April 2018. ( Foto: AFP )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Sabtu, 13 Oktober 2018 | 19:40 WIB

Riyadh-Arab Saudi mulai menuai dampak tekanan dari berbagai kalangan terkait skandal Jamal Khashoggi yang tewas dibunuh di dalam konsulat Saudi di Istanbul. Tekanan mulai tampak saat Saudi menggelar konferensi tingkat tinggi investasi bertajuk Future Investment Initiative (FII) di Riyadh.

Khashoggi, seorang pengkritik pemerintahan Saudi, telah hilang sejak memasuki gedung konsulat pada 2 Oktober 2018. Dia disebut telah dibunuh bahkan dimutilasi oleh tim yang dikirimkan Pemerintah Saudi.

Taipan Richard Branson telah menyetop pembicaraan investasi Saudi sebesar US$ 1 miliar di perusahaan ruang angkasa Virgin. Beberapa pemimpin bisnis dan kelompok media juga akan menarik diri dari konferensi investasi yang akan digelar Saudi bulan ini.

Media seperti CNN, CNBC, dan Financial Times, telah resmi mengumumkan tidak akan berpartisipasi dalam konferensi tingkat tinggi investasi bertajuk Future Investment Initiative (FII) di Riyadh. Konferensi penting itu disebut “Davos di Padang Gurun”, merujuk kepada acara tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Steven Mnuchin mengaku tetap berencana menghadiri FII, tapi komite urusan luar negeri Dewan Perwakilan Rakyat AS sudah mengirim surat kepada Presiden Donald Trump berisi permintaan untuk mempertimbangkan kembali.

Sementara itu, satu delegasi dari Arab Saudi telah tiba di Turki untuk melakukan penyelidikan bersama atas hilangnya Khashoggi.

Seorang sumber Saudi mengatakan, Pangeran Khaled al-Faisal, mengunjungi Turki pada Kamis untuk melakukan pembicaraan. Turki juga menyatakan kedua negara sepakat untuk membentuk sebuah kelompok kerja gabungan atas inisiatif Riyadh, untuk menginvestigasi kasus itu.

Di pihak lain, Presiden AS Trump, mengatakan belum berbicara dengan Raja Saudi, Salman, tentang kasus Khashoggi, namun berjanji akan segera menghubunginya. “Ini adalah hal sangat serius dan kami melihatnya dengan sangat serius,” kata Trump.



Sumber: Suara Pembaruan