Presiden Iran Tuding AS Ingin Menggulingkannya

Presiden Iran Tuding AS Ingin Menggulingkannya
Presiden Iran terpilih Hassan Rouhani, pada 2013. ( Foto: AFP Photo / Aamir Qureshi )
Jeanny Aipassa / JAI Senin, 15 Oktober 2018 | 14:01 WIB

Teheran - Presiden Iran, Hassaan Rouhani, menuding Amerika Serikat (AS) ingin menggulingkan pemerintahannya. Dia juga mengatakan pemerintah AS saat ini bertindak “sangat jahat” terhadap Iran.

Pernyataan itu, disampaikan Rouhani, saat berpidato untuk menandai dimulainya tahun akademik baru di Universitas Teheran, Minggu (14/10).

Menurut dia, AS sedang berupaya mengurangi legitimasi sistem pemerintahan Iran saat ini, yang akan berujung pada pergantian rezim. "Bagaimana perubahan rezim terjadi, kalau tidak mengurangi legitimasi?” kata Rouhani. 

Saat ini, lanjutnya, AS sedang terlibat dalam perang ekonomi dan psikologis melawan Iran. Segala upaya dilakukan negara adikuasa itu, untuk melemahkan legitimasi pemerintah Iran, baik di dalam maupun luar negeri.

“Dalam 40 tahun terakhir, belum ada tim yang lebih jahat dari pemerintah AS saat ini terhadap Iran,” ujar Rouhani.

Seperti diketahui, Iran mulai memasuki krisis ekonomi sejak Presiden AS, Donald Trump, menyatakan keluar dari kesepakatan nuklir Iran, pada Mei 2018. Seirihg dengan keluarnya AS dari kesepakatan yang dibuat pada 2015 tersebut, Trump juga mengeluarkan ancaman bagi negara-negara dan perusahaan yang memiliki hubungan bisnis dengan AS untuk tidak berinvestasi di Irak.

Tak hanya itu, AS juga menyerukan negara-negara menghentikan pembelian minyak mentah dari Iran, hingga menjadikan penjualan minyak negara tersebut berada pada “titik nol”. Mulai 4 November 2018, AS akan memberlakukan sanksi bagi pihak manapun yang membeli minyak dari Iran.

Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) menyatakan sanksi yang dijatuhkan AS membawa Iran menuju resesi. Pertumbuhan ekonomi, Iran diperkirakan akan turun sebesar 1,5% pada 2018, dan menyusut sebesar 3,5% pada 2019 jika sanksi terus berlanjut.

Sebelumnya, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Iran akan mencapai 4% pada 2018 dan 2019. Namun dengan keluarnya AS dari kesepakatan nuklir Iran dan sanksi terbaru yang dijatuhkan Presiden AS, Donald Trump, IMF memperkirakan penurunan signifikan pada pertumbuhan ekonomi Iran.



Sumber: Suara Pembaruan