Saudi Dikabarkan Akui Aniaya Khashoggi

Saudi Dikabarkan Akui Aniaya Khashoggi
Jeanny Aipassa / JAI Selasa, 16 Oktober 2018 | 14:50 WIB

Riyadh - Otoritas Arab Saudi dikabarkan sedang mempersiapkan laporan yang akan mengakui penganiayaan terhadap wartawan Jamal Khashoggi hingga tewas. 

Salah satu sumber yang terlibat dalam penyelidikan hilangnya Khashoggi, menyebut laporan itu berisi pernyataan bahwa telah terjadi kesalahan saat proses interogasi terhadap wartawan yang kerap mengkritik keras pemerintah Arab Saudi dan putra mahkota Pangeran Mohammed bin Salman.

Dia mengungkapkan, laporan itu menggambarkan Khashoggi telah mengalami penyiksaan, hingga akhirnya meninggal dunia saat ditahan di Kantor Konsulat Jenderal Arab Saudi di Turki, dua minggu lalu, tepatnya pada 2 Oktober 2018.

"Laporan itu menyimpulkan bahwa telah terjadi kesalahan operasi, di mana penganiayaan dilakukan tanpa seizin Pemerintah Arab Saudi (mengarah pada Pangeran Mohammed bin Salman, Red), dan bahwa setiap pihak yang terlibat harus bertanggung-jawab," kata sumber yang dikutip CNN, Selasa (16/10).

Seorang sumber lainnya mengkonfirmasi kebenaran tentang laporan yang telah disiapkan otoritas Arab Saudi untuk disampaikan ke media massa. Namun dia mengatakan segala sesuai kemungkinan dapat berubah.

Hilangnya Khashoggi pada 2 Oktober lalu, telah memicu kontriversi dan menarik perhatian dunia. Arab Saudi telah berulangkali membantah bahwa Kashogi telah diculik dan dibunuh setelah memasuki kangtor Konsulat Jenderal Arab Saudi di Turki.

Pada akhir pekan lalu, pihak penyidik Turki menyebut telah mengantongi rekaman penganiayaan terhadap Kashogi, yang terekam melalui jam tangan apple miliknya yang terhubung dengan telepon genggamnya yang dititip ke tunangannya, Hatice Cengiz. 

Rekaman tersebut telah dibagikan penyidik kepada tim penyidik Arab Saudi yang datang ke Turki untuk melakukan penyidikan, bahkan telah dikirim ke tim kepolisian negara-negara Arab.

Hal ini yang diduga telah membuat Arab Saudi terdesak, dan akhirnya menyusun laporan yang mengakui Khashogi telah ditahan dan mengalami penyiksaan hingga akhirnya meninggal.

Khashoggi dikabarkan hilang setelah memasuki Konsulat Jenderal Arab Saudi di Ankara, Turki, pada 2 Oktober 2018. Saat itu, dia hendak mengurus dokumen yang diperlukan, terkait rencananya untuk menikah dengan kekasih hatinya, Hatice Cengiz.



Sumber: Suara Pembaruan