Indonesia Bantu Palestina Rp 110 Miliar

Indonesia Bantu Palestina Rp 110 Miliar
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi (kanan) bersama Menlu Palestina Riad Malki setelah pertemuan konsultasi bilateral kedua negara di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Selasa 16 Oktober 2018. ( Foto: Ist )
Natasia Christy Wahyuni / FMB Selasa, 16 Oktober 2018 | 16:22 WIB

Jakarta - Indonesia berkomitmen memberikan bantuan dana untuk Palestina sebesar Rp 110 miliar atau sekitar US$ 7 juta. Dari total bantuan itu, sebagian dialokasikan untuk meningkatkan kontribusi Indonesia secara signifikan kepada United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA) atau Badan Bantuan dan Kerja PBB untuk Pengungsi Palestina, yaitu dari sebesar US$ 200.000 (Rp 3 miliar) menjadi US$ 2 juta (Rp 30 miliar) pada 2019-2020.

"Ini kontribusi konkret satu kesatuan Indonesia, baik dari masyarakat maupun pemerintah, untuk Palestina," kata Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi, saat pernyataan pers bersama Menlu Palestina Riad Malki setelah pertemuan konsultasi bilateral kedua negara di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Selasa (16/10).

Pertemuan ini menjadi konsultasi bilateral pertama kedua negara. Khusus dari masyarakat Indonesia, bantuan untuk Palestina mencapai US$ 2,92 juta (Rp 44,3 miliar) dan 2.000 ton beras. Salah satu bantuan diberikan oleh filantropis Indonesia, Dato Sri Tahir, senilai sekitar US$ 1,3 juta (Rp 20 miliar) untuk UNRWA. Badan Zakat Nasional (Baznas) juga akan memberikan bantuan dana kepada UNRWA dan Jordan Hashemite Charity Organization untuk Pengungsi Palestina.

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) saat ini dalam tahap membahas rencana pembangunan rumah sakit Indonesia di Hebron.

Bantuan yang diberikan Indonesia juga mencakup bidang peningkatan kapasitas dengan kontribusi sebesar US$ 2 juta untuk tiga tahun ke depan, termasuk dalam kerangka Cooperation among East Asian Countries for Palestinian Development (CEAPAD).

"Peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan warga Palestina dan bagi kemandirian Palestina yang merdeka," kata Retno.

Pada 2019, Indonesia akan melatih 90 aparat dan warga Palestina untuk bidang pemberdayaan perempuan, tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) budidaya buah-buahan tropis, pengawasan obat dan makanan, serta pelatihan penerbangan dengan sertifikat Commercial Pilot License (CPL) di sekolah penerbang Indonesia.

Forum Rektor Indonesia dan Universitas Padjajaran juga akan memberikan beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa Palestina sebagai bagian dari upaya Indonesia untuk mempersiapkan generasi muda Palestina.

Sejak tahun 2008, Indonesia telah melatih 1.887 aparat dan warga Palestina yang mencakup 171 bidang keahlian, termasuk bidang pemerintahan, penegakan hukum, pengawasan obat dan makanan, dan berbagai bidang teknis lainnya.

Di bidang perdagangan, kedua Menlu sepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang perdagangan khususnya antar komunitas pelaku usaha melalui pembentukan Dewan Bisnia Indonesia-Palestina. Sementara itu, Menlu Palestina, Malki, menyampaikan penghargaan atas kebijakan bebas tarif Indonesia bagi produk Palestina sejak tahun 2018 mengingat sektor perdagangan adalah salah satu faktor terpenting untuk kemandirian Palestina merdeka. 



Sumber: Suara Pembaruan