Mundur dari OPEC, Qatar Fokus pada Gas Alam

Mundur dari OPEC, Qatar Fokus pada Gas Alam
Foto file yang tidak bertanggal ini memperlihatkan kapal tanker gas alam cair (LNG) Qatar yang terisi dengan LNG di Pelabuhan Raslaffans, wilayah utara Qatar. ( Foto: AP / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Selasa, 4 Desember 2018 | 19:13 WIB

Doha- Qatar akan menarik diri dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk lebih fokus pada gas alam. Pada Senin (3/12), Menteri Energi Qatar Saad Sherida al-Kaabi mengumumkan pengunduran diri Qatar dari blok 15 negara itu akan mulai berlaku Januari 2019.

“Keputusan penarikan mencerminkan keinginan Qatar untuk memfokuskan upaya pada rencana untuk mengembangkan dan meningkatkan produksi gas alamnya dari 77 juta ton per tahun menjadi 110 juta ton di tahun-tahun mendatang,” ujar Al-Kaabi saat berbicara pada konferensi pers di Doha, ibu kota Qatar.

Saat ini, Qatar adalah pemasok gas alam cair (LNG) terbesar di dunia, menghasilkan hampir 30% dari total dunia. Qatar berbagi ladang gas alam terbesar di dunia, North Field, dengan Iran.

"Untuk mencapai strategi pertumbuhan ambisius, kami pasti akan membutuhkan upaya, komitmen dan dedikasi yang terfokus untuk mempertahankan dan memperkuat posisi Qatar sebagai produsen gas alam terkemuka," tambahnya.

Pada September, Qatar mengumumkan akan meningkatkan produksi gas alamnya dengan menambah lini produksi keempat untuk meningkatkan kapasitas dari North Field menjadi 110 juta ton per tahun.

Sebagian besar hampir 80 juta ton pasokan LNG tahunan Qatar dikirim dalam tanker ke berbagai negara, termasuk Uni Emirat Arab (UEA), yang merupakan salah satu negara yang justru menerapkan blokade di Qatar.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE