Iran Kembali Ancam Tutup Selat Hormuz

Iran Kembali Ancam Tutup Selat Hormuz
Presiden Hassan Rouhani melambaikan tangan saat berbicara dalam rapat umum di kota Shahrud, sekitar 400 kilometer di sebelah timur ibu kota Teheran, Iran, Selasa (4/12). ( Foto: AFP / Kepresidenan Iran )
Jeanny Aipassa / WIR Rabu, 5 Desember 2018 | 11:30 WIB

Teheran- Presiden Iran, Hassan Rouhani, kembali mengancam akan menutup Selat Hormuz yang merupakan jalur penting perdagangan minyak dunia. Ancaman serupa telah disampaikan Rouhani pada Juli 2018, setelah Amerika Serikat (AS) menarik diri dari Perjanjian Nuklir Iran.

Dalam wawancara khusus dengan Televisi Negara Iran, Rouhani mengatakan, Iran siap menutup Selat Hormuz, jika AS merealisasikan ancaman untuk memblokir ekspor minyak negara tersebut. Penutupan selat itu, akan melumpuhkan jalur ekspor minyak dari negara-negara Timur Tengah dan mengancam perdagangan minyak dunia.

“Jika suatu saat AS memutuskan memblokir ekpor minyak Iran, maka tidak ada minyak yang akan diekspor dari Teluk Persia,” ujar Rouhanni.

Pemerintah AS telah menerapkan sanksi terhadap industri energi Iran pada 5 November 2018. AS bahkan mengancam akan membawa perdagangan minyak Iran ke titik nol, jika negara itu menolak merundingkan kembali Perjanjian Nuklir Iran yang ditandatangani pada 2015.

AS telah menarik diri dari Perjanjian Nuklir Iran pada Mei 2018 karena menuduh Iran melanggar perjanjian itu dengan diam-diam mengembangkan senjata nuklir. AS juga menilai perjanjian tersebut sangat lemah dan meguntungkaan Iran.

Sejak menarik diri dari Perjanjian Nuklir Iran, AS menjatuhkan sanksi ekonomi, puncaknya dengan melarang perusahaan dan entitas yang berinvestasi di AS membeli minyak mentah dari Iran. AS telah mengajak negara-negara lain untuk melakukan langkah serupa dan membawa perdagangan minyak Iran ke titik nol.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE