Brasil Akan Pindahkan Kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem

Brasil Akan Pindahkan Kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. ( Foto: AFP Photo / Mandel Ngan )
Unggul Wirawan / WIR Senin, 31 Desember 2018 | 09:16 WIB

Rio de Janeiro- Brasil akan memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem. Namun, tanggal pasti pemindahan itu belum diputuskan. Hal itu disampaikan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, seperti dikutip Al Jazeera, Minggu (30/12).

Berbicara saat pertemuan dengan para pemimpin komunitas Yahudi Brasil di Rio de Janeiro, Netanyahu mengaku Presiden Jair Bolsonaro mengatakan kepadanya dengan istilah "ketika, bukan jika" soal memindahkan kedutaan.

“Kami sangat mementingkan Brasil, dan Brasil dalam konteks Amerika Latin. Ini menandakan perubahan bersejarah,” katanya.

Netanyahu, yang adalah perdana menteri Israel pertama yang mengunjungi Brasil, mengadakan pertemuan resmi dengan Bolsonaro pada Jumat (28/12).

Setelah pertemuan, Bolsonaro mengatakan bahwa,"Kita membutuhkan sekutu yang baik, teman baik, saudara yang baik, seperti Benjamin Netanyahu."

Netanyahu mengatakan bahwa Bolsonaro menerima undangannya untuk mengunjungi Israel. Kunjungan tersebut kemungkinan akan berlangsung pada Maret.

Namun, tak satu pun dari kedua presiden itu yang mengangkat masalah kedutaan ketika mereka berbicara dengan wartawan tak lama setelah pertemuan. Netanyahu dan Bolsonaro juga tidak mengirim pesan apa pun di akun Twitter mereka, meskipun Bolsonaro, khususnya, menjadi pengguna media sosial yang kuat.

Bolsonaro menjamu Netanyahu dan para pemimpin sejumlah negara lain untuk pelantikannya, yang berlangsung di ibu kota Brasil, Brasilia, pada Selasa (25/12).

Pada awal November, pemimpin baru itu mengatakan bahwa ia bermaksud mengikuti jejak Presiden AS Donald Trump dalam memindahkan kedutaan negaranya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Namun Bolsonaro kemudian mundur. Dia berada di bawah tekanan kuat dari sektor pertanian Brasil yang kuat untuk tidak melakukannya, karena hal itu dapat merusak ekspor Brasil ke negara-negara Arab yang memandang Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara Palestina pada masa depan.

Menurut surat yang dilihat oleh kantor berita Reuters awal Desember, Liga Arab menyatakan kepada Bolsonaro bahwa memindahkan kedutaan ke Yerusalem akan menjadi kemunduran untuk hubungan dengan negara-negara Arab.

Relokasi kedutaan akan menjadi perubahan tajam dalam kebijakan luar negeri Brasil, yang sejak lama mendukung solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina.



Sumber: Suara Pembaruan