Kelompok Houthi Bantah Curi Bantuan Makanan Yaman

Kelompok Houthi Bantah Curi Bantuan Makanan Yaman
Foto dokumentasi pada 23 Juli 2018 ini memperlihatkan seorang pria menjual persediaan bantuan di pasar, Aden, Yaman. Di seluruh Yaman, makanan yang seharusnya diberikan secara gratis kepada keluarga yang kelaparan akhirnya dijual di pasar. ( Foto: AP / Nariman El-Mofty )
Unggul Wirawan / WIR Jumat, 4 Januari 2019 | 19:12 WIB

Sanaa-Pemberontak Houthi membantah tuduhan oleh Program Pangan Dunia (WFP) atas pencurian bantuan kemanusiaan di Yaman yang dilanda perang. Namun pada Kamis (3/1), kantor berita Al Jazeera menemukan bukti bantuan pangan untuk rakyat Yaman dijual di pasar kota Sanaa.

Sebelumnya, pada Selasa (1/1), pihak Houthi menyatakan terkejut dengan tuduhan pencurian bantuan makanan lalu menjualnya. Namun WFP telah menuduh pemberontak Houthi dan koalisi yang didukung Saudi sama-sama melakukan penyimpangan bantuan pangan WFP.

Kantor berita Associated Press melaporkan pada Senin (31/12), bahwa faksi bersenjata di kedua pihak yang berkonflik mencuri bantuan makanan yang sangat dibutuhkan. Bantuan itu lalu diberikan kepada para pejuangnya atau menjualnya kembali demi keuntungan.

Dalam pernyataan yang diterbitkan pada Selasa (1/1), Mohamed Ali al-Houthi, kepala yang disebut "Komite Revolusi Tertinggi", mengatakan kelompoknya "terkejut" oleh tuduhan WFP.

“Kami dikejutkan oleh pernyataan Direktur Eksekutif WFP, yang mencakup ancaman untuk berhenti memasok makanan bagi sejumlah besar orang yang membutuhkan di Yaman,” bunyi pernyataan yang dikutip oleh situs internet al-Masirah yang terhubung dengan Houthi.

Mohamed Ali mengatakan WFP "tidak berkomunikasi" dengan kelompok Houthi mengenai dugaan pencurian bantuan. Namun WFP sudah melaporkan tuduhan itu ke media sehingga dianggap sebagai penyimpangan besar dalam pekerjaan program.



Sumber: Suara Pembaruan