Imam Besar Al-Azhar: Jangan Gunakan Istilah Minoritas

Imam Besar Al-Azhar: Jangan Gunakan Istilah Minoritas
Paus Fransiskus (kanan) menyalami Imam Besar masjid Al Azhar Al Sharif, di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 3 Februari 2019. ( Foto: Ministry of Presidential Affairs / Ryan Carter )
Unggul Wirawan / WIR Rabu, 6 Februari 2019 | 08:32 WIB

Abu Dhabi, Beritasatu.com- Imam Besar Masjid sekaligus Universitas Al-Azhar Mesir, Sheikh Ahmed al-Tayeb minta istilah minoritas tidak digunakan. Dia juga mengimbau umat Muslim agar "merangkul" umat Kristen di Timur Tengah.

Dalam pertemuan lintas agama di Abu Dhabi yang dihadiri Paus Fransiskus, Senin (4/2), Sheikh Ahmed menekankan bahwa umat Kristen adalah rekan Muslim.

"Pesan saya kepada Anda semua adalah: 'Rangkul saudara dan saudari Kristen. Merekalah rekan di dalam negara. Mereka dekat dengan kita. Ada ikatan khusus di antara kita'," paparnya.

Kepada umat Kristen di Timur Tengah, Sheikh Ahmed al-Tayeb mengimbau penggunaan istilah yang lebih toleran.

"Saya ingin Anda tidak menggunakan istilah 'minoritas'. Anda bukan minoritas. Anda adalah warga negara dalam semua konteks. Mari kesampingkan istilah itu. Anda adalah warga negara dengan hak penuh. Ikatan kita bagaikan sebongkah batu yang menghancurkan semua plot yang mencoba memecah kita," kata Sheikh Ahmed al-Tayeb.

Sheikh Ahmed kemudian menyeru kepada semua umat Muslim di Barat untuk mengintegrasikan diri ke dalam masyarakat dan pada saat bersamaan mempertahankan identitas serta menghormati hukum setempat.

"Jika Anda punya masalah terkait agama di negara tempat Anda berada, Anda perlu berbicara kepada pemuka agama dan tuntaskan dengan cara itu."

Dalam kesempatan yang sama, Paus Fransiskus menyerukan penghentian peperangan di Timur Tengah.

Kepala Gereja Katolik Roma itu mengatakan "konsekuensi" kekerasan dapat terlihat di Yaman, Suriah, Irak, dan Libia.

Perkataan Paus Fransiskus di Abu Dhabi itu menohok Uni Emirat Arab, yang turut menjadi bagian koalisi pimpinan Arab Saudi dalam intervensi konflik di Yaman yang memicu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Pada Selasa (5/2) pagi waktu setempat, Paus Fransiskus menghadiri misa terbuka yang diikuti 135.000 orang di Stadion Zayed Sports City, Abu Dhabi.



Sumber: Suara Pembaruan