Indonesia Kecam Penutupan Misi Sementara di Hebron oleh Israel

Indonesia Kecam Penutupan Misi Sementara di Hebron oleh Israel
Salah satu sudut kota Hebron. ( Foto: Wikipedia )
Natasia Christy Wahyuni / HA Kamis, 7 Februari 2019 | 21:15 WIB

Jakarta - Pemerintah Indonesia mengecam keputusan sepihak Israel untuk menutup dan mengakhiri misi pengamat sipil internasional, Temporary International Presence in Hebron (TIPH), di wilayah penduduk Israel di Hebron, Tepi Barat. Indonesia juga meminta para pihak bertindak sesuai hukum internasional dan perjanjian yang ada, serta menahan diri dari tindakan provokatif.

TIPH dibentuk tahun 1994 berdasarkan perjanjian antara Israel dan Palestina sesuai Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) Nomor 904. Sejak terbentuknya misi ini, TIPH menjadi mekanisme sangat penting untuk memastikan perlindungan bagi penduduk sipil Palestina di Hebron, terutama mengawal dari pelanggaran hukum humaniter dan hak asasi manusia (HAM) internasional.

Itu sebabnya, mandat TIPH sangat penting untuk dipertahankan demi menjaga situasi yang rawan dan mencegah peningkatan kekerasan di wilayah itu.

“Indonesia juga menegaskan kewajiban Israel, sebagai occupying power atau pihak yang melakukan pendudukan, untuk melindungi penduduk Palestina di Hebron dan di seluruh wilayah Palestina di bawah pendudukan Israel, sebagaimana ketentuan hukum internasional,” sebut pernyataan pers Kementerian Luar Negeri, Kamis (7/2).

Indonesia bersama Kuwait dan sejumlah anggota tidak tetap DK PBB mendorong adanya pertemuan tertutup DK PBB untuk membahas tindakan unilateral Israel yang semakin memperburuk upaya menuju perdamaian dan terwujudnya solusi dua negara (two-state solution).

Indonesia juga menyampaikan apresiasi kepada negara-negara kontributor TIPH serta para pengamat TIPH yang telah melaksanakan tugasnya selama 22 tahun terakhir, termasuk mereka yang telah gugur dalam melaksanakan tugas.

Hebron, sebuah kota Palestina berpenduduk 200.000 orang, adalah rumah bagi komunitas dengan sekitar 1.000 pemukim Israel yang dijaga ketat oleh kehadiran besar militer Israel. TIPH didirikan setelah seorang pemukim Yahudi menewaskan 29 warga Palestina di kuil suci Hebron yang diperuntukkan bagi umat Muslim dan Yahudi pada 1994. Kota itu juga kerap diwarnai penikaman dan penembakan melawan para pemukim dan tentara Israel oleh warga Palestina.



CLOSE