Basmi ISIS, Pasukan Suriah Didukung AS Lancarkan Pertempuran Terakhir

Basmi ISIS, Pasukan Suriah Didukung AS Lancarkan Pertempuran Terakhir
Asap ledakan membumbung tinggi, di Kota Kobane perbatasan Turki-Suriah yang terus mendapat serangan. Serangan udara pimpinan Amerika Serikat dilancarkan terhadap markas Islamic State. ( Foto: AFP Photo )
Unggul Wirawan / WIR Minggu, 10 Februari 2019 | 09:48 WIB

Qamishli, Beritasatu.com- Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung Amerika Serikat (AS) memulai serangan terhadap kantong terakhir Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) di wilayah timur Suriah, pada Sabtu (9/2).

Pertempuran ini bertujuan untuk membasmi sisa terakhir dari "kekhalifahan" kelompok jihadis di wilayah SDF.

Presiden Donald Trump, yang berencana untuk menarik pasukan AS keluar dari Suriah, mengharapkan pengumuman paling cepat minggu depan bahwa koalisi pimpinan AS yang beroperasi dalam mendukung SDF telah merebut kembali semua wilayah yang sebelumnya dipegang oleh kelompok ISIS.

Daerah kantong dekat dengan perbatasan Irak dan terdiri dari dua desa, meskipun ISIS juga masih memiliki wilayah di bagian Suriah yang sebagian besar di bawah kendali pemerintah Suriah yang didukung Rusia dan Iran.

Pejabat SDF, Mustafa Bali, berbicara kepada Reuters, menggambarkan serangan itu sebagai "pertempuran terakhir". Dia kemudian menulis di Twitter bahwa serangan itu telah dimulai dan kantong ISIS tersebut akan "segera dihapus".

"SDF telah menangani 10 hari terakhir dengan sabar karena lebih dari 20.000 warga sipil dievakuasi dari kantong ISIS yang dikepung," kata Bali.

Kepada Reuters, Pejabat senior SDF, Redur Xelil mengatakan pasukan berharap untuk menguasai daerah itu pada akhir Februari. Tetapi dia memperingatkan bahwa ISIS akan terus menimbulkan ancaman keamanan "besar dan serius" bahkan setelah wilayahnya diambil alih.

Dua sumber keamanan AS mengatakan para pakar top pemerintah AS sangat percaya bahwa pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi masih hidup dan mungkin bersembunyi di Irak.

Dipelopori oleh milisi Kurdi YPG, SDF telah menjadi mitra utama AS di Suriah dan telah mengusir Negara Islam dari wilayah utara dan timur selama empat tahun terakhir.



Sumber: Suara Pembaruan