Serangan Koalisi AS di Raqqa Tewaskan 1.600 Warga Sipil

Serangan Koalisi AS di Raqqa Tewaskan 1.600 Warga Sipil
Seorang tentara SDF melintasi di dekat puing-puing rumah di kota Raqqa, Suriah. pada Juli 2017. ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Jumat, 26 April 2019 | 10:04 WIB

Raqqa, Beritasatu.com- Lebih dari 1.600 warga sipil tewas dalam serangan koalisi dan artileri pimpinan Amerika Serikat (AS) selama upaya untuk menggulingkan kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) dari kota Raqqa di Suriah pada 2017.

Seperti dilaporkan BBC, Kamis (25/4), para aktivis Amnesty International dan kelompok pemantauan Airwars menyatakan telah melakukan penyelidikan di 200 lokasi pemogokan dan mengidentifikasi 1.000 korban.

Para aktivis mendesak koalisi untuk "mengakhiri hampir dua tahun penolakan" tentang kematian akibat serangan koalisi. Pihak koalisi mengakui membunuh 318 warga sipil secara tidak sengaja di Raqqa.

Komandan koalisi mengatakan semua tindakan pencegahan yang layak untuk menghindari korban sipil diambil dalam kasus-kasus itu dan bahwa keputusan untuk serangan mematuhi hukum konflik bersenjata.

Negara-negara koalisi - termasuk AS, Inggris dan Prancis - telah melancarkan 34.000 serangan di Suriah dan Irak yang berdekatan sejak 2014. Serangan dilakukan ketika milisi ISIS menyerang sebagian besar kedua negara itudan memberlakukan aturan brutal mereka terhadap hampir delapan juta orang.

Bulan lalu, aliansi Pasukan Demokrat Suriah yang didukung oleh koalisi merebut tanah terakhir yang dipegang oleh para jihadis, mengakhiri secara resmi "kekhalifahan" yang mereka nyatakan sendiri, yang ibu kota de facto-nya adalah Raqqa.

Donatella Rovera, penasihat respons krisis senior Amnesty, mengatakan bahwa penembak jitu dan ranjau ISIS telah mengubah kota itu menjadi perangkap kematian. “Banyak dari pengeboman udara [koalisi] tidak akurat dan puluhan ribu serangan artileri tidak pandang bulu, sehingga tidak mengherankan mereka membunuh dan melukai ratusan warga sipil,” tambahnya.



Sumber: Suara Pembaruan